Showing posts with label How To. Show all posts
Showing posts with label How To. Show all posts

Tuesday, February 10, 2015

What Blogger Am I? - Gratis Resep Telur Darplok

Hai netizens. Gw lagi kepikiran satu hal nih karena suatu hari, ada teman gw yang menanyakan ketika gw bilang kalau gw itu suka nulis blog. Dia tanya, "Lu blogger apa, Syak?" Gw ngerti maksud pertanyaannya adalah gw itu blogger jenis apa (macam kucing aja ada jenisnya). Apakah gw food blogger, travel blogger, beauty blogger, fashion blogger, techno blogger, atau segala macam lainnya? Di saat itu gw hanya bilang, "Blogger biasa aja. Banyakan cerita, random, kadang bikin cerpen/puisi". Intinya: gw itu gak jelas! Haha. Di saat itu ada rasa malu juga sih. Tapi yah gw sih bodo amat, yang penting gw bisa nulis, keluarin unek-unek, berbagi cerita.

Sebenernya kalaupun gw mau menyepesifikkan jenis blog gw, gw sendiri bingung. Gw itu suka banyak hal. Gw suka makan, gw suka jalan-jalan, gw suka dandan, suka nyoba-nyoba aplikasi, baca buku dan lain-lain. Makanya mungkin judul blog gw ini cukup menjelaskan isi blog gw, mychocolateshake. Shake, artinya kocok, artinya tercampur-campur. Meskipun tercampur-campur, tapi itu tetep terbuat dari cokelat, jadi tetep enak, enak dibaca (i feel like punching myself). Karena meskipun suka-suka, ya ada lah beberapa postingan yang 'laku' digoogle. Sampai-sampai gw pernah diemail orang buat nanyain gimana cara bikin sesuatu di makalah, gara-gara postingan gw tentang Makalah Rapi. Padahal gw maunya jadi S.Psi :")

Ok, jadi inti post ini adalah, gw mau mendeklarasikan diri gw sebagai Random Blogger. *distant applause* Gw akan ngepost apa aja yang gw pikirkan, baik itu kenangan, pengalaman, review buku, film, musik, cara bikin apapun, liqo online, dan lain lain. For all random bloggers out there, let's just do random things in our blog!

FYI. Sesuai janji di judul postingan ini, gw mau ngasihtau aja, ini yang terjadi jika gw menjadi food blogger:

Hello food lovers. Kali ini gw akan membagi resep sederhana andalan gw untuk makan kapan saja, bisa pagi, siang, sore, malam, dhuha, terbenam matahari, sepertiga malam terakhir, dan waktu lainnya. Namanya Telur Darplok, alias dadar ceplok! Gw tuh suka banget sama telur, menurut gw telur itu enak aja diapain mau dibalado, ceplok, gulai, opor dll. Makanan apa aja yang dikasih telur pun jadinya enak, kayak orak arik atau omelet apa aja. Nah kalo ditanya gw suka telur dadar atau ceplok, gw bingung jawab apa, karena gw suka dua-duanya! Gw suka aroma telur dadar setelah digoreng, tapi gw juga suka banget sama kuning telur. Makanya gw bikin yang namanya telur darplok, atau dadar ceplok! Biar gw bisa menghirup aroma telur dadar dan merasakan kuning telur layaknya telur ceplok, uumm yummy. Yuk simak resepnya. You won't die ;)

Bahan:
- Telur 2 butir
- Garam secukupnya


Cara Membuat:
1. Ambil satu telur, pecahkan lalu kocok seperti saat mau membuat telur dadar.
 
2. Pecahkan telur kedua, dan pisahkan kuning dan putih telur. Masukkan putih telur dalam kocokan telur pertama, kocok kembali hingga merata. Sisakan kuning telurnya
3. Panaskan minyak pada teflon anti lengket, tuang kocokan telur ke dalam teflon, dengan api kecil. Akan terlihat seperti membuat telur dadar. Brace yourself for the next!

4. Masukkan segera kuning telur yang tersisa di tengah gorengan telur dadar. Masakan bisa ditutup pakai tutup panci sampai kedua sisi matang, atau dibalik setelah bagian bawah sedikit kering. (In my case, telurnya dibalik. Yang rapi ya ngebaliknya, biar kuning telurnya perfecto, yummm)


5. Setelah matang, angkat dan telur Darplok siap dihidangkan bersama nasi goreng! (Well in my case, ini nasi pake kecap hehe)


YAP. I COMPLETELY EMBARASSED MYSELF. BYE.

Darplok asli kayak gini: Link

Tuesday, November 4, 2014

Makalah Rapi (3): Cara Membuat Cover dan Isi Makalah Dalam Satu File

Ceritanya, gw pernah tuh disalahin makalahnya gara-gara di halaman cover paling awal masih ada nomor halamannya. Sejak itu gw jadi memisahkan halaman cover dengan halaman isinya menjadi dua file terpisah. Rempong deh. Padahal, ada caranya lho! Sejak tau caranya, saya jadi tidak perlu memisahkan file cover dan isi, bahkan saya bisa pakai 2 jenis numbering dalam satu file :") *gayaklinik tongfang*. Gimana caranya? Check it out! 

Lihat Juga:
- Makalah Rapi (1): Cara Membuat Daftar Isi Otomatis 
- Makalah Rapi (2): Cara Membuat Daftar Tabel/Figur/Gambar Otomatis


CARA MEMBUAT COVER DAN ISI BERADA DALAM SATU FILE

1. Membuat Page Number pada Halaman-halaman Cover
Untuk membuat halaman, duh pastinya sudah pada khatam dong. Caranya buat dengan Insert, lalu klik page number . Nah kita coba untuk membuat halaman pada cover dan halaman-halaman awal makalah ya seperti daftar isi, kata pengantar dan sebagainya. Biasanya halaman ini menggunakan nomor romawi. Jadi, ketika mengklik page number, ada pilihan "Format Page Numbers". Di situ teman-teman bisa memiih jenis agka yang diinginkan. Mari pilih angka romawi.


2. Menghilangkan page number pada cover halaman pertama saja
Pertama, double klik pada header/ footer (tampilan harus sedang menampulkan header dan footer, jika belum, maka langkah selanjutnya belum bisa dilakukan), lalu klik Design pada menu bar lalu ceklis pada kotak Different first page. Nomor halaman pada cover hilang deh!

 

3. Membuat pemisahan antara halaman cover dan halaman isi
Kalau setelah membuat halaman cover dan nomor halamannya, nanti penomoran halaman pada halaman isinya gimana dong? Bisa kok! Lihat deh gambar di bawah ini. Pada halaman yang atas itu footernya tulisannya "section 1", dan di halaman bawahnya tulisannya "section 2" dan bisa mulai dari halaman 1 lagi. Caranya....


Pada halaman terakhir tempat halaman-halaman awal sebelum masuk ke halaman isi, beri break dengan mengklik page layout pada menu bar. Lalu lihat pada pilihan "Breaks". Pilih pada pilihan section breaks yang "Next Page". Voila! Jadi lah pembagian section 1 yaitu halaman-halaman cover awal, lalu section 2 tempat kamu menulis isi makalah kamu!

4. Membuat page number pada halaman isi
Untuk memulai membuat nomor halaman baru pada halaman isi yang sudah dipisah, caranya adalah. Double klik pada bagian header atau footer, lalu sama ketika membuat nomor halaman yaitu Insert, page number. Klik pada Format Page Numbers, kamu bisa memilih jenis angka seperti angka biasa untuk membedakan dari halaman-halaman cover, dan untuk memulai nomor halaman baru, pastikan pada page numbering terpilih pada "Start at 1"

CATATAN: Kalau kamu mau membuat format numbering berbeda di halaman isi, misalnya mau dibuat berbeda pada hanya halaman yang mengandung judul bab "Bab 1, 2 atau seterusnya". Kamu bisa mainkan pada pemisahan halaman menggunakan breaks. Jadi, sebelum mulai ke halaman yang ada judul BAB 1-nya, kamu buat breaks. Lalu diformat, misalnya pada halaman itu page numbernya ada di tengah. Kemudian pada halaman berikutnya, buat breaks lagi, dan bisa diedit sesuai dengan yang diinginkan. Agar halaman terus berurutan, pilih pilihan Page Numbering pada dialog box seperti di atas, yang Continue from previous section.

Naaah sekarang semuanya jadi deeeh! Format-format udah semua, kalo mau ngasih subbab baru gampang tinggal pencet Heading yang udah di custom. Kalo mau edit daftar isi tinggal update table. OMG Alhamdulillah jadi pas udah mepet deadline tinggal mikir nyelesaiin isi doang ga perlu mikir teknis smele smele! Haha. Semoga bermanfaat yaa. Tulisan sudah berusaha dibuat sesingkat dan sejelas mungkin. Selamat membuat makalah atau uhuk, SKRIPSI yaaa :P 

NB: Kalau ada pertanyaan, ada kesalahan penulisan atau masukan, boleh komen atau hubungi gw personal ya ;)

Makalah Rapi (2): Cara Membuat Daftar Tabel/Figur/Gambar Otomatis

Setelah membuat daftar isi, perlu juga untuk membuat daftr gambar, tabel dan figur-figur yang ada dalam makalah kita nih. Caranya agak sedikit berbeda dengan membuat daftar isi. Silahkan membaca :) 

Lihat Juga:

MEMBUAT DAFTAR GAMBAR/FIGUR/TABEL

1. Insert gambar lalu buat Caption
Untuk membuat daftar gambar, perlu untuk memasukkan gambarnya dulu *yaiyalah. Masukkan gambar yang teman-teman inginkan, kemudian teman-teman klik kanan pada gambar, lalu klik insert caption.



2. Buat label baru (Gambar atau tabel)
Nah secara default di microsoft word, captionnya tertulis Bagan 1, dan seterusnya jika membuat caption pada gambar lain. Untuk membuat label Gambar, klik pada New Label, lalu ketik "Gambar". Nanti label tersebut akan masuk ke pilihan label dan teman-teman bisa memakainya. Jangan lupa  setelah tulisan Gambar (sekian) tulis judul fotonya ya. Ulangi terus pada gambar-gambar lain, akan otomatis terhitung gambar 1, 2, 3 dan seterusnya. Hal ini berlaku juga untuk tabel kok, cuma ubah labelnya jadi "Tabel".


3. Edit hasil caption sesuai keinginan
Default dari ms. Word, warna caption adalah warna biru dan font-nya kecil. Teman-teman bisa edit sesuai keinginan setelah teman-teman buat captionnya. Mengeditnya secara manual, tapi tidak akan merubah daftar isinya nanti kok.

4. Membuat daftar Gambar (dan tabel)!
Sekarang membuat daftar gambar atau tabel. Pada contoh ini gw contohin yang membuat daftar gambar. Letakkan kursor pada halaman yang ingin dibuat daftar gambar, lalu klik Referrences pada menu bar, pilih Insert Table of Figures.


 5. Sesuaikan Table of Figures (TOF) sesuai keinginan
Setelah mengklik TOF, akan muncul kotak dialog seperti ini. Di bagian kiri bawah, bisa kita pilih mau membuat daftar apa, apakah Gambar atau Tabel sesuai dengan caption yang akan kita buat. Nah untuk membuat daftar gambar tabel seperti daftar isi, hilangkan ceklis pada box "Use hyperlinks instead of page numbers". Setelah itu tinggal OK.

16. Daftar Gambar pun jadi!
Bisa teman-teman tambahkan judul sendiri ya :D
CATATAN: Untuk mengupdate daftar gambar/ tabel, beda seperti mengupdate daftar isi. Setelah gw cari, ga ada tuh tombol Update Table of Figure atau semacamnya, atau entah gw yang ga nemu apa gimana. Jadi bisa coba lakukan ulang dari mengklik Insert Table of Figures. Mudah kok, hehe.




NB: Kalau ada pertanyaan, ada kesalahan penulisan atau masukan, boleh komen atau hubungi gw personal ya ;)  

Makalah Rapi (1): Cara Membuat Daftar Isi Otomatis

Haloooo para pembuat makalah!! *anak psiko bergetaar*. Sudah sampai mana bikin makalahnya? Udah jadi? Wait, jangan lupa daftar isi, daftar tabel dan daftar gambarnya ya biar mudah dibaca dan menarik di mata dosen. Apa???? Males bikin daftar isi karena harus bikin titik-titik panjang? Jangan khawatir! Kali ini gw akan membagi tentang cara membuat daftar isi otomatis, plusss, taktik agar cover makalah, daftar isi sampai lampiran bisa berada dalam satu file! Instruksinya mungkin terlihat ribet, tapi sebenarnya mudah kok dan pasti akan puas dengan hasilnya! ;)

Nb: Mohon maaf bagi yang telah melihat postingan ini sebelumnya. Sekarang ketiga cara Makalah Rapi dibagi menjadi 3 post berurutan agar tidak kepanjangan :)

Lihat Juga:
- Makalah Rapi (2): Cara Membuat Daftar Tabel dan Gambar Otomatis
- Makalah Rapi (3): Makalah Rapi: Cara Membuat Cover dan Isi Makalah Dalam Satu File

MEMBUAT DAFTAR ISI OTOMATIS

Oke, anggap saja apa yang berada di daftar isi itu adalah seperti berikut:

Halaman Judul
Daftar isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
BAB I Pendahuluan
1.1 subbab
BAB II Tinjauan Pustaka
2.2 Subbab
2.2.2 Subsubab
Lampiran


1. Mengetik semua judul dan subjudul
Dalam membuat daftar isi ini, teman-teman harus mengetik dulu semua judul dan subjudul seperti contoh di atas. Atau setelah makalah selesai total juga bisa.

2. Letakkan kursor di depan judul/subjudul (atau block salah satu judul atau subjudul)
Contohnya, block pada  BAB 1 Pendahuluan.

3. Klik Home pada menu bar --> lalu klik kotak kecil pada Change Styles. Klik kotak kecil tersebut.
Kotak tersebut berada seperti di gambar di bawah ini. Mungkin kecil dan terabaikan, tapi dia ada dan akan membuatmu menyesal mengabaikannya selama ini. *apa sih syak*



4. Pilih jenis Heading
Setelah mengeklik si kotak kecil, akan muncul kotak sebagai di bawah ini. Nah, ada pilihan heading 1, heading 2 dan sebagainya. Pilihan heading ini tergantung dengan pilihan kamu. Biasanya heading 1 itu besar dan bisa jadi judul atau subjudul satu, heading dua lebih kecil dan seterusnya. Kalo gw, heading 1 biasa gw pake buat judul bab, dan heading dua untuk subjudul 1 dan seterusnya.

 
5. Untuk penyesuasian, Klik tanda panah di bawah heading dan klik Modify
Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan pilihan bentuk heading teman-teman. Biasanya default dari microsoft itu headingnya warna biru dan fontnya entah apa. Nah karena biasanya standar di kuliah itu times new roman, warna hitam dan font sekian, maka digantilah sesuai ketentuan makalah teman-teman. Lalu jika teman-teman ingin agar ketentuan seperti ini berlaku terus untuk semua dokumen yang akan teman-teman buat, klik pada bagian bawah "new documents based on this template"


CATATAN: Tulisan BAB 1 dan Pendahuluan terpisah karena enter. Biasanya jika dibuat daftar isi hanya keluar BAB 1 nya saja. Untuk membuat agar di daftar isi tertulis "BAB 1 Pendahuluan", bukan hanya "BAB 1", maka saat ingin menulis Pendahuluan, tekan shift sambil enter lalu ketik Pendahuluan

6. Lakukan hal yang sama di no. 5 pada semua judul dan pada subjudul
Teman-teman bisa melanjutkan membuat heading pada judul lain seperti Kata Pengantar, Abstrak, atau subjudul kayak 1.1 Latar belakang, dan seterusnya, menggunakan heading-heading yang sesuai.

7. Membuat daftar isi
Nah, sekarang cara membuat daftar isi! Letakkan kursor pada halaman yang ingin dibuat Daftar Isi, Klik Referrences pada menu bar, lalu klik Table of Contents. Pilih table of contents (TOC) yang diinginkan. Sebenarnya automatic table 1 dan 2 sama sih, gw masih belum nemu perbedaannya. Tapi entah kenapa gw selalu pake yang nomor 2.

CATATAN: Defaultnya, TOC ini akan mengandung Heading, 1, 2 dan 3. Jadi, mungkin dipertimbangkan lagi dalam pemakaian heading, agar yang diinginkan bisa masuk ke dalam TOC. Mungkin ada penyesuaiannya agar bisa masuk juga heading-heading selanjutnya tapi gw belum pernah coba. Mungkin bisa  di klik pada bagian bawahnya:Insert table of content, dan di situ bisa lihat settingsnya.


8. Beginilah hasil jadi daftar isi!
Bentuknya rapi dan langsung ada halamannya! Nah, kalau ingin mengetik makalah lagi dan halamannya berubah, TOC ini bisa langsung di update halamannya dengan mengklik Update Table, dan klik Update page numbers only. Jika teman-teman bikin judul atau subbab baru, jangan lupa untuk tetapkan headingnya lalu update lagi TOC nya dengan pilihan Update entire Table.


CATATAN: Kadang-kadang ada teks yang tersambung dengan judul bab atau subbab sehingga tiba-tiba ada paragraf yang masuk ke daftar isi. Jangan khawatir, coba block paragraf di bagian isi yang masuk dalam daftar isi, lalu pilih pada si kotak kecil lagi yang Normal, bukan heading. Update table, lalu hilang deh paragrafnya dari daftar isi!


NB: Kalau ada pertanyaan, ada kesalahan penulisan atau masukan, boleh komen atau hubungi gw personal ya ;) Maaf meskipun kayaknya akan slow response, hehe

Friday, January 17, 2014

Tips to be Happy

Kalo udah masuk Psikologi, agak nyebelin kalo misalnya kamu ngeluh-ngeluh lagi sedih, lagi frustrasi dan sebagainya. Soalnya, kalo kamu curhat ke orang, khusunya yang non Psikologi, pasti dibilang "ah, lu kan anak Psikologi, masa...." Ya plis, gw sama lu sama-sama makan nasi kan, sama-sama pake baju kan, sama-sama nginjek tanah kan. Yaudah, terus kalo misalnya kayak gitu, biasanya sih gw sendiri bikin 'penyembuhan diri sendiri' misalnya katarsis, kayak nyanyi, foto-foto, melakukan toleransi-toleransi (lha..), dansebagainya. Well, prok-prok dulu lah buat diri sendiri, buat kalian semua yang sudah berhasil 'menyembuhkan diri sendiri' ketika dalam masa-masa sulit, hehe.

Ketika gw lagi dalam masa-masa sulit, gw selalu mikir, apa yang lagi 'defisit' di dalam diri gw ketika gw sedang dalam masa-masa itu. Kemudian dari pengalaman mikir gw itu, (iya, anaknya gabisa berhenti mikir), gw mencatat beberapa hal yang rasanya gw temukan sebagai akar masalah, di mana hal itulah yang gw rasa sedang kurang dari dalam diri, dan membuat gw tidak bisa berfikir jernih dan membuat hal-hal negatif terus tumbuh. Maka, semoga hal-hal berikut ini bisa menjadi tips untuk tetap happy, dengan menjaga agar hal-hal ini tetap ada dan tumbuh pada dirimu :)

(source)

1. Bersyukur
Menurut gw, ini yang paling sering dilupakan oleh umat manusia, termasuk gw. Terkadang kita sedih, kesal, karena kita gagal, atau karena kita tidak punya apa yang orang lain punya. Kita iri, kita merasa kurang. Coba sekali-sekali menengok ke bawah. Masih banyak lho yang lebih susah dari kita. Kita hanya sekali gagal di ujung, masih banyak yang dari awal sudah gagal. Kita merasa kurang cantik, kurang eksis, kurang tajir, masih banyak yang gak mikirin itu sama sekali karena fokus cari makan. Percaya deh, sekali kita mencoba untuk bersyukur, apa yang kita rasa kurang itu akan bisa hilang dari pikiran kita. Dan tentunya akan jadi lebih happy, hehe :)

2. Ikhlas
Nah setelah bersyukur, kita mungkin perlu untuk ikhlas. Gausah bilang "Iya, gw bersyukur kok.......tapi...." Nah, kalo pake 'tapi' itu namanya belum ikhlas. Terkadang memang perlu sekali-kali kita merelakan suatu hal yang kita ingin dapatkan. Hey, you can't always get what you want, right? Allah itu ngasihnya apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Kalau kecewa tidak mendapatkan apa yang diharapkan, mungkin memang kamu belum butuh itu sekarang? Atau mungkin usahamu kurang sehingga Allah ingin melihat usahamu lagi untuk mendapatkannya? Who knows? Just be happy and continue your life :)

3. Memberi
Mungkin ketika sedih, murung, atau bete, ketika senyum itu sulit sekali, sekalipun cara-cara kayak yang pernah gw posting di sini, sudah dilakukan. Ini cara baru yang pernah gw lakukan yang ternyata cukup manjur, yaitu adalah "memberi". Ya, sesuatu yang dari kita, dan kepada orang lain. Apa yang diberi ini bisa beraneka ragam, mulai dari benda fisik, bahkan hanya ucapan semangat, atau pelukan (tentunya sama yang mahramnya ya). Kenapa bisa? Coba ketika kamu diberikan sesuatu, kamu bisa menjadi senang dan kemudian tersenyum, kan? Nah, kalau kamu bisa memberi kepada orang lain secara langsung, kemudian kamu melihat orang itu senang dan tersenyum atas pemberianmu, senyuman itulah yang akan menilar ke kamu dan bisa membuat dirimu lebih postif. Iya, senyum itu lebih menular daripada HIV :)

4. Senyum
Nah sekali lagi gw sebut mengenai senyum di sini, karena gw sudah sangat percaya bahwa tersenyum itu memang bisa untuk membuat kita lebih bahagia. Mungkin memang ketika dalam kondisi buruk, senyum itu terasa berat sekali. Tapi, ada banyak cara di mana kamu bisa tersenyum, seperti yang sudah pernah saya kasih tau caranya seperti foto-foto, atau 'memberi' seperti yang di poin nomor 3 post ini, akan membantu kamu untuk tetap tersenyum. Semacam ada hubungan timbal balik, jika kamu bahagia, maka kamu tersenyum, jika kamu tersenyum, maka kamu bahagia. Jadi, tersenyumlah :)

Well, saat ini baru ada 4 poin itu di catatan gw. Nanti kalau ada tambahan, akan ada post berikutnya ;) Selamat berbahagia!

Song of the Day: Bruno Mars - Treasure 

Pretty girl, pretty girl, pretty girl, you should be smiling
A girl like you should never looks so blue

Saturday, October 5, 2013

Tentang Cantik dan Menjaga Diri

Hasil sharing dengan seorang senior saat sedang liqo. Salah satu yang paling aku ingat adalah bahwa wanita harus menjaga diri, mempercantik diri. Banyak wanita yang bahkan rela mengeluarkan uang untuk membeli alat make up atau baju cantik yang matching untuk mempercantik dirinya. Namun entah kenapa, aku juga tidak jarang melihat banyak teman-teman perempuanku yang cuek dengan penampilannya. Tak perlu disebutkan sifat-sifat cueknya menghasilkan apa saja.

Tidak sedikit yang berpikiran bahwa perempuan tidak perlu berlebihan untuk mendapatkan kecantikan, semua perempuan itu cantik. Perempuan itu cantik jika hatinya cantik, ga perlu dandan berlebihan. Iya aku setuju ga perlu dandan atau perawatan berlebihan. Tapi menurut aku pribadi, secuek apa diri kita, seidealis apa diri kita, seorang perempuan memang harus menjaga diri dengan merawat tubuh dan penampilannya, meski ya aku setuju, perempuan juga cantik karena hatinya, karena tingkah lakunya, karena apa yang diperbuatnya.

Wanita itu pengubah dunia. Aku sangat kagum pada teman-temanku yang mengejar prestasi di mana-mana, menjadi pemimpin di mana-mana, menjadi pembicaa di mana-mana. Sungguh memiliki banyak pengaruh. Bangga gitu melihat teman-teman kita tersebut, tapi sungguh tidak enak rasanya mereka digunjingkan karena penampilannya tidak menarik. Ini kisah nyata lho.

Kalau di dalam statistik ada yang namanya face validity. Di mana tampilan luar sebuah penelitian mempengaruhi persepsi orang terhadap penelitian tersebut. Dalam sehari-hari, apalagi buat anak psikologi, biasanya konsep face validity ini bisa digeneralisasikan pada orang. Jika orang itu 'tampilan luarnya' bagus, maka orang lain akan menganggap kualitas dirinya bagus. Semacam impresi awal berdasarkan tampilan luar. Maka dari itu, penting untuk menunjukkan bahwa kualitas diri kita baik, dengan menampilkan diri kita dari luar dengan baik pula.

So, bagaimana cara menjaga diri kita sebagai perempuan?
 
Pertama, menurut gw, jangan malas mandi! Meskipun perempuan pakai baju lengkap, dari kerudung sampai daleman baju, kaus kaki, dan tidak terlihat kulitnya, orang yang tidak mandi itu baunya tak bisa ditutupi. Meskipun kita merasa bahwa kita tidak bau, tapi di hidung orang lain akan berbeda. Hidung kita itu mentoleransi bau badan kita sendiri lho, pantas saja kita tidak mencium bau badan kita. Kemudian, sempatkanlah diri ke salon gitu misalnya. Masih ada kok salon yang menerima creambath cuma 20.000 rupiah. Meskipun kita memakai kerudung, rambut yang tak terawat akan menimbulkan bau yang bisa tercium oleh orang lain.

Yang kedua, jangan gengsi untuk berdandan sedikit. Otak kita menganggap diri kita 10 kali lebih cantik daripada yang terlihat aslinya lho. Jadi, jangan terlalu santai terhadap penampilan kita ya. Minimal pakai bedak saja gitu, untuk mengurangi minyak pada wajah. Sayang sekali ketika kita misalnya nanti menjadi pembicara di depan, menjadi orang yang bisa membawa pengaruh, tetapi ketika disorot, mukanya kinclong. Hihi. Kalau tahu badan mudah berkeringat dan wajah sering berminyak, sedia sabun muka dan cologne  atau parfum untuk menyegarkan kita di tengah kekucelan. 

Yang ketiga, senyumlah! Kayaknya sering banget gw ngasih pesan senyum di blog gw. Karena senyum itu penting lho. Dari situ kita mengemas tampilan luar kita yang sudah cantik menjadi lebih cantik. Orang lain pasti akan senang terhadap kita, jadi percaya dengan kita dan bahkan mengormati kita.

Sekian dulu pesan-pesan dari saya. Saya sangat percaya wanita itu pengubah dunia. Sebelum mengubah dunia, ubah dulu diri kita menjadi lebih baik ya. Mulai dari penampilan dan senyuman :)

Thursday, October 4, 2012

A Photo for A Smile

Dear bloggers, apa sih hal yang kalian lakukan saat sedang badmood, sedih, atau marah? Pokoknya ketika kalian sedang mengalami kemunculan dari emosi-emosi buruk yang membuat kalian gabisa senyum, bahkan gamau tersenyum. Saat-saat ketika anda merasa semua orang bersalah, atau semua salah anda, atau bingung siapa yang salah, pokoknya hal itu yang membuat anda pengen banget segera nyemplung ke laut #eh

Kalau saya, biasanya sih nyanyi, keras-keras, di rumah. Sudah se-terbiasa dan se-terpaksa itu orang-orang di rumah saya untuk mendengarkan saya, mungkin para tetangga saya juga begitu #ups. Tapi, terkadang hal ini belum cukup ampuh buat totally menghilangkan mood buruk saya, apalagi kalau ternyata salah terjebak dalam lagu yang temponya malah bikin galau atau semacamnya *eaa*. Lagipula, rata-rata 8-10 jam hidup saya dalam sehari dihabiskan di kampus, maka agak susah untuk melakukan hal itu dimana tidak memungkinkan untuk bernyanyi keras-keras di kampus, baik dikelas (yaiyalah), maupun di luar kelas, bisa-bisa dibilang kalau alasan saya masuk psikologi adalah untuk berobat jalan, hakhak.  

Nah, baru-baru ini saya menemukan, atau mungkin menyadari metode baru yang bisa dibilang cukup ampuh (khususnya bagi saya) untuk menghilangkan emosi buruk yang muncul di saat sedang tidak berada di rumah. Itu adalah.... Narsis! Ya, narsis, alias berfoto-foto. :D

Ceritanya, awal saya menemukan metode baru itu adalah ketika sedang kecewa terhadap hal yang terjadi tidak sesuai dengan harapan *tsaah*. Kemudian, karena tidak memungkinkan untuk bernyanyi keras-keras, alternatif lain saya sebagai orang yang memiliki locus of control internal dan pribadi introvert adalah menyendiri lalu merenungi apa yang baru saja terjadi. Namun, karena lokasinya di kampus dimana beratus-ratus orang berlalu-lalang untuk melakukan kegiatannya, menyendiri itu pun kurang bisa direalisasikan secara maksimal. Oleh karena itu, saya pun tidak jadi bisa sendiri karena banyak teman-teman yang berkumpul di dekat saya atau menghampiri saya. Mungkin bisa saja tetap merenung walaupun ada banyak orang, tapi takut dibilang kesurupan aja kalo diem sambil bengong gitu. Lagipula saya itu orangnya gabisa fokus kalo di tempat ramai, bawaannya pengen nguping kesana kemari, hehe.

Beberapa orang menanyakan 'kenapa?', tapi saya cuma bisa bilang 'gak apa apa'. Maaf saya bohong, karena bercerita akan memperburuk keadaan. Terima kasih sudah menanyakan, atau mungkin memang sudah otomatis di dalam darah anak psikologi untuk menanyakan 'kenapa?', karena memang secara naluriah, kepo. Maaf juga nih, kalau saat-saat seperti itu saya tidak bisa mengkontrol muka atau nada bicara saya sehingga terkesan nyolot dan menyebalkan. Jadi, karena saya tahu bahwa lebih baik diam daripada ditimpuk karena muka yang ga terkontrol, saya diam saja dan bersandar pada pundak salah satu teman disebelah saya.

Kerjaan mahasiswa nganggur di kampus itu kalo ga buka buku, ya buka laptop. Teman disebelah saya ini sedang browsing di laptopnya. Saya hanya melihat, alias kepo dengan apa yang dilakukannya di laptop, manatahu ada yang bisa membangkitkan mood saya. Tapi setelah beberapa waktu, ia sudah kehabisan ide untuk melakukan apa lagi di laptopnya sebelum saya sempat menemukan 'kebahagiaan'. Tiba-tiba, ia mengajak saya untuk berfoto dengan webcam di laptopnya. Padahal sih males banget, tapi karena saya yang sedang lesu bersandar di pundaknya, tiba-tiba kaget bahwa saya sudah masuk dalam frame kamera, dan tersadar banget kalo saat itu saya sedang  bertampang sangat jelek karena cemberut (atau mungkin sehari-hari juga udah jelek), sehingga saya paksakan untuk tersenyum agar terlihat lebih baik. Dan kemudian ia mengklik tombol capture. 1 foto, 2 foto, sampai tidak dihitung lagi. Dan beberapa saat kemudian itu saya baru sadar bahwa saya sedang cengar-cengir dan ketawa-ketiwi dengannya. Saya bahkan lupa bahwa tadi saya sedang badmood.

Dalam psikologi, hal itu dinamakan Facial-feedback hypothesis. Dalam teorinya, dikatakan bahwa ekspresi wajah yang dibuat seseorang, dapat mempengaruhi emosi orang yang membuat ekspresi tersebut. Dalam eksperimen milik Paul Ekman, subjek penelitian yang merupakan aktor diminta untuk menunjukan ekspresi takut, hasilnya, reaksi fisiologis (seperti heart rate) yang yang ditunjukkan, sama kondisinya seperti ketika seseorang mengalami rasa takut. Begitu pula dengan ekspresi marah, dan ekspresi lainnya. Hal ini membuktikan bahwa adanya pengaruh facial expression terhadap emosi.
Referensi: King, Laura A. (2011). The Science of Psychology. New York: McGraw-Hill Companies

Jadi, ekspresi yang kita tunjukan dapat mempengaruhi keadaan emosi kita. Maka, dengan memaksakan diri untuk tersenyum, kita dapat memaksakan diri kita untuk kembali senang walaupun sedang dalam kondisi yang buruk, karena memang senyum itu terasosiasikan dengan emosi senang. Tadinya, saya pikir teori itu ga terbukti amat, terutama buat saya, karena belum pernah benar-benar mengalami yang namanya lg sedih, atau marah trus dipaksa senyum dan hasilnya jadi senang. Lagipula, susah juga yang namanya 'memaksakan' sesuatu. Maka, senang sekali ketika saya menemukan metode baru ini, karena dengan metode ini, saya menjadi 'terpaksa' untuk tersenyum, karena kalau tidak segera tersenyum di depan kamera, saya akan merusak gadget seseorang karena menyimpan foto dengan tampang yang kalo dilihat rasanya pengen segera membanting gadget tersebut.

Akhirnya, saya melakukan metode ini beberapa kali ketika saya sedang berada dalam kondisi buruk, dan hasilnya memang ampuh bagi saya yang memang jika dalam kondisi buruk, akan terkadang susah untuk tersenyum walaupun sudah ada stimulasi dari luar, misalnya nonton film lucu, atau ada teman yang ngelawak. Nyatanya, stimulasi dari diri sendiri lebih besar pengaruhnya daripada yang dari luar. Memang, hal ini ga bersifat universal, tapi buat yang suka badmood dan susah senyum, boleh nih di coba dulu, hehe.

Perlu diingat, metode ini bukan cara untuk menyelesaikan masalah yang membuat anda beremosi buruk tersebut. Masalah akan tetap ada setelah selesai berfoto. Tapi, dengan mengusahakan untuk tetap dalam kondisi senang itu baik juga, karena jika dalam kondisi senang, pikiran akan menjadi lebih positif dan lebih semangat untuk menghadapi masalah tersebut.

Selamat mencoba :)


Song of the Day: Avril Lavigne - Smile
Because....
....that's why I smile
it's been a while
since every day and everything

has felt this right
and now you turn it all around
and suddenly you're all I need
The reason why
I smile

Popular Posts