Showing posts with label Cerita Sehari-hari. Show all posts
Showing posts with label Cerita Sehari-hari. Show all posts

Monday, January 2, 2017

Resolusi 2017

Finally, it's here.
Image result for 2017 image
(source)

Sungguh cepat tak terasa tahun ini, 2017, sudah hadir. Oke, aku harap semua akan mengalami hal-hal baik, lebih baik daripada tahun sebelumnya. Kayaknya ini pertama kali aku menulis resolusi awal tahun (kalau gak salah, habis sudah terlalu lama nggak ngeblog). Berdasarkan postingan galau aku sebelumnya, daripada menyesali yang sudah berlalu, lebih baik aku membuat perencanaan kedepannya 

1. Travelling
Baik itu keliling Indonesia, maupun ke luar negeri, aku ingin melakukannya, minimal 1 kali dalam setahun. Meskipun aku anggap itu merupakan jumlah yang sangat minim, tapi aku ingin melakukannya. Sebelum aku mati, aku ingin melihat dunia, itu cita-citaku.

2. Menikah
Hihi. I've been planning this with my partner since 2 years ago. Sekarang tinggal menunggu hitungan bulan, semoga di hari H akan lancar. Aamiin. Anyway aku sedang sangat menikmati masa-masa persiapan pernikahan, menurutku semua adalah hal baru bagiku. Tahu sendiri, aku ini orangnya suka dengan tantangan, dan menurutku persiapan pernikahan ini adalah tantangan yang menyenangkan. Hehe.

3. Memiliki berat tubuh Ideal
Sejak aku menjalani hidup sehat, makan sayur dll serta olahraga, jujur aku ketagihan. Ketagihan karena hidup sehat itu enak. Secara aku merasakan betapa indahnya lemak-lemakku terbakar, aku merasa aku masih setengah jalan untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Ya, minimal pahanya kayak Ariana Grande gitu deh (lah?) haha. Hidup sehat!

4. Rutin menulis blog
*Peluk terharu untuk Mychocolateshake*. Maaf ya blog, padahal kamu yang suka aku curhatin dengan curhatan-curhatan sampah, tapi kamu yang paling gampang aku lupain. Aku ingin aku lebih rajin menulis blog, minimal 1 postingan 1 minggu (itupun sudah sangat minim). Bismillah!

5. Mengaktifkan kembali Keluarga Bahagia Indonesia
Mungkin beberapa orang ada yang sudah tahu. Aku dan temanku, Hastin, merintis komunitas Keluarga Bahagia Indonesia (KBID). Awalnya kami buat dalam media Sosial Twitter, kemudian kami buat halaman di Facebook. Tapi, itu semua sudah tidak aktif! Semua karena kami mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaan kami. Namun di tengah kesibukanku, aku tak hentinya memikirkan KBID, begitu banyak draft-draft postingan yang aku buat namun tak selesai. Aku ingin lebih banyak mengeluarkan pemikiranku di bidang Parenting & Pernikahan. Oh ya, saat ini KBID sudah ada versi Weebly. Cek di sini.

Lagu ini masih hits di kepala aku seperti zaman-zaman hitsnya lagu Frozen, hehe. Best movie & song in 2016.

Sunday, January 1, 2017

2016 to 2017

Hi bloggers..
Selamat tahun baru 2017! Wish u a best year forward. Jangan salah nulis tanggal ya kedepannya, hehe.

Bagaimana tahun 2016 kamu? Seru? Menyenangkan?
Well, untuk aku tahun 2016 ini: SANGAT-SANGAT tidak berkesan buatku. Yah..mungkin para haters aku akan bilang: dasar makhluk tak bersyukur!
Yasudahlah, yang penting aku bersyukur masih diberikan hidup dari tahun 1994 hingga tahun 2017 ini. 

Jujur aku sebenarnya sangat menyesal di tahun 2016 ini. Banyak keputusan-keputusan yang aku ambil di tahun 2016 yang aku sesali. Banyak juga hal-hal yang aku lakukan yang aku sesali. Serta sangat sedikit hal-hal yang kulakukan yang membuat aku bahagia. Jujur aku lebih banyak menangis di tahun ini daripada tahun-tahun sebelumnya. (Atau yang tahun-tahun sebelumnya sudah aku repress ya? hehe). Di tahun 2016, aku tidak banyak melakukan hal-hal yang bermanfaat. Iya, makanya aku banyak menyesal. Aku juga bahkan tidak banyak melakukan hal-hal yang aku sukai, yang membuat aku bahagia. Aku juga menyesal aku sangat minim bersosialisasi dan menjalin silaturahmi dengan sahabat-sahabatku. Aku bahkan tidak pergi ke mana-mana, hanya diam di rumah, atau pergi mencari hiburan sejenak di Jakarta.

Tahun ini aku mulai menginjakkan kaki di ranah korporat. Iya, menjadi karyawan cukup menyibukkanku. Aku toh bukannya tidak menikmati bekerja. Hanya saja aku menyesali kenapa aku tidak bisa membagi waktuku untuk melakukan hal lain selain bekerja. Hari-hariku hanya dihabiskan untuk pergi bekerja, bekerja, pulang bekerja, sedikit surfing internet, tidur. Hanya itu sebagian besar hari-hariku. Itupun hanya hari-hari di mana aku tidak lembur. Weekend terkadang tidak aku pakai untuk ke mana-mana karena energiku sudah habis, jadi aku malah tertidur. Aku minim bersosialisasi, tidak berorganisasi, bahkan lihatlah postingan blog aku di tahun 2016. Bah, tak banyak yang tertulis.

Sungguh sebenarnya aku iri, dengan isi sosial media teman-temanku. Sepertinya mereka bisa membagi waktu dengan baik. Memiliki social life yang baik, pengembangan diri yang baik, prestasi dan pendidikan yang lancar,  bisnis yang lancar, bahkan melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, dan sebagainya. Kadang aku sampai menghapus aplikasi media sosialku agar aku tidak perlu melihat "kemajuan" itu. Aku iri, dengan teman-teman ku. Apa aku ini begitu pemalas sehingga aku hanya menjadi....aku..? Apa aku kurang beruntung? Atau malah aku kurang bersyukur? Atau.. mungkin niatku yang salah? Mungkin semua jawaban adalah: YA.

Satu kata yang pas untukku di tahun 2016 adalah: Confused.
Jujur sepertinya aku terlalu lama dalam beradaptasi pasca kuliah. Beradaptasi di kantor sih mudah, toh pekerjaannya hanya rutinitas. Tapi beradaptasi dengan kehidupanku yang diiringi dengan ngantor itu yang aku masih belum terbiasa. Belum lagi, sebenarnya aku masih belum bertemu dengan passionku, sehingga aku tidak begitu bersemangat dalam melakukan segala hal yang aku lakukan.

Ah, aku ini, terlalu banyak keinginannya, akupun jadi lebih mudah depresi jika keinginannya tidak tercapai. Tapi jujur, aku rindu, masa-masa berorganisasi dan bersosialisasi dengan teman-teman kuliahku. Aku rindu menyanyi dan mengekpresikan diri di paduan suara. Aku rindu mengabdi kepada masyarakat. Aku rindu membuat kue dan merajut. Aku rindu membuat cerpen dan membuat blog. Aku rindu travelling. Aku rindu bermain game. Aku rindu, menjadi aku yang dulu, yang bebas.

Ah sudahlah, tidak perlu terlalu lama menyesali masa lalu. Pada intinya di postingan ini aku hanya menyesali hal-hal yang aku tidak lakukan sepanjang 364 hari di tahun 2016 ini. Yang penting adalah niatnya. Insyaallah aku akan meluruskan niatku untuk tahun 2017.

Satu quotes yang pantas untuk awal tahun ini:

"Kamu akan lebih menyesali hal-hal yang TIDAK kamu lakukan daripada hal-hal yang kamu lakukan"

So, just do it! *niru gaya Shia Labeouf

Anyway, ini yang aku syukuri di tahun 2016:
1. Memulai hidup sehat untuk menjaga tubuh ideal (rutin makan sayur dan buah dan olahraga) *bagiku ini prestasi (y)
2. Bekerja (sesuai keinginan orangtua), I learn a lot.
3. Bertemu teman-teman baru di kantor.
4. Jalan-Jalan saat pulang kampung & Ke Palembang
5. Mempersiapkan pernikahan (ini sedikit menyibukkan, namun menyenangkan :) ) 
6. Berkesempatan datang ke pernikahan teman-teman dekatku :) (ini juga menyenangkan, karena banyak reuni)
7. (Sedikit) Mendalami dunia kecantikan (make up & skin care), perlukah kadang-kadang jadi beauty blogger? huahaha.

Coming up: My New Year Resolution

Friday, July 15, 2016

My New Page: Indo Shopping

Continued..

Ok, sejak gw demam online shopping, gw jadi memperhatikan, barang-barang yang dijual oleh para pedagang online. Hal yang gw perhatikan adalah, gw jaraaaang banget melihat barang dengan Brand Indonesia, alias produksi sendiri. Mirisnya, terkadang pedagang mampu membuat barang-barang KW dari barang mahal luar negeri dengan kualitas yang bagus banget, misalnya kayak bikin tas KW super Michael Kors, Longchamp, dsb. Maksud gw, kenapa dengan kualitas pembuatan yang sebagus itu, mereka tidak membuat produk baru dengan label sendiri? Gw merasa sayaang banget dengan hal itu.

Pertama gw ingin lihat dari sisi pedagang. Oke, pedagang memang ingin mencari untung sebanyak mungkin dengan usaha yang sedikit mungkin. Dengan meng-copy desain dari  brand ternama tentu mudah bukan? Keuntungan pun juga besar karena dengan bahan yang KW, bisa dijual agak mahal meski ga semahal dengan barang aslinya. Katanya produk luar negeri lebih bagus daripada produk Indonesia? Lah itu tas KW merk luar negeri yang dibeli juga buatan Indonesia.

Nah, kenapa sih pake repot-repot bikin KW nya? Kalo dari sisi konsumen, ambil contoh aja Indonesia. Indonesia ini unik, orang-orangnya suka banget sama barang-barang branded, meski gak mampu beli yang aseli, tapi tetap harus branded. Apalagi kalau ada yang lagi hits, langsung dibeli. Pasti langsung ada KW nya. Intinya, orang Indonesia ini rasa-rasanya sangat berbinar-binar dengan barang luar negeri yang 80% ada di mall-mall. Kemana-mana kalau gw lihat di jalan, di angkutan umum, di kantor, hampir semuanya memakai barang bermerk luar negeri. Tapi kalau disuruh menyebutkan brand fashion Indonesia misalnya, gak tau deh pada bisa apa engga.

Gara-gara itu gw jadi mikir, kasian banget ya Indonesia jadi gak punya kepribadian kayak gini. Pengen gitu gw denger orang-orang berebutan buat beli barang produk Indonesia. Gw sendiri sebenernya newbie dalam hal shopping menyopping, dan menurut gw bener-bener susah mencari produk Indonesia. Nah berhubung gw masih deman online shopping, sejak saat itu gw memfokuskan diri untuk searching produk-produk buatan Indonesia. Meskipun sulit, gw tetap berusaha mulai sekarang mencoba perbanyak beli barang-barang buatan Indonesia. Meski nanti kantor gw elit lah, atau pergaulan gw modern lah, insyaAllah gw pingin mencoba untuk terus mendukung produk Indonesia.

Di postingan sebelmnya gw bilang kan punya list nama-nama shop yang gw langganin atau gw incar? Sekarang gw mau share ke kalian di page baru gw berjudul..


Indo Shopping ini isinya web site/ page online shop (mostly) dan offline shop yang menjual produk buatan Indonesia, baik punya brand label sendiri pada produknya maupun tidak. Mungkin ini versi kecil dari semua toko-toko lokal di Indonesia. Sebenernya, awal pemikiran gw adalah, gw ingin membuat website online market, semacam Tokopedia gitu, tapi, khusus untuk toko-toko yang menjual produk lokal, asli buatan Indonesia. Awalnya, gw berharap pas searching di google udah ada yang kayak gitu, tapi ternyata belum. Ya Allah, semoga nanti gw bisa bikin kayak gitu, sayangnya gw bukan ahli IT atau marketing, tapi kalau ada orang-orang yang ingin bantuin gw bikin The Biggest Indonesian Online Shop, boleh ya kontak gw. Tapi, kalo ada yang tiba-tiba bikin website itu sendiri, ya bagus sih, tapi kok ga bilang-bilang gue? Hehe..

Intinya, semoga Indo Shopping ini bisa menjadi referensi buat kalian yang mau mengembangkan dan mengharumkan prduk buatan lokal. Meski gw tau pembaca blog gw bisa diitung jari (wkwk), minimal bisa jadi referensi gw pribadi dan teman-teman terdekat gw. Sekian dulu, happy shopping our local product!

Keep Supporting Indonesia Local Product!

Tentang Shopping: Demam Online Shopping

Hi guys! Mau cerita nich, tapi agak panjang, gapapa yaa? hehe.

Ceritanya, gw itu lagi demam sama yang namanya online shopping. Berhubung ceritanya gw udah punya penghasilan sendiri, sisa-sisa penghasilan itu gw habiskan untuk shopping! Duh, rasanya tuh seneng banget kalau pulang ke rumah terus di rumah ada paket. Gw sendiri sekarang lebih prefer online shopping daripada offline. Kenapa? Pertama, gw tuh males jalan-jalan di mall karena rame. Kedua, gw itu orangnya ga cepat membuat keputusan, sehingga kalau belanja di mall, bisa-bisa lamaaaa banget. Kadang-kadang cuma capek doang tapi malah barang yang dibutuhkan tidak terbeli.

Nah, sejak gw mulai percaya sama yang namanya online shopping, gw apa-apa beli online, mulai dari baju, make up, benang rajut, sampai mainan kucing gw beli. Ga jarang sih gw kalap belanja online sampai kalau datang ke rumah tiba-tiba ada 5 paket, hehe. Soalnya, dengan online shopping gw bisa milih-milih barang yang gw ingin kan dan sesuai sama gw. Gw bisa banding-bandingin dulu sampai yakin sambil bertapa di kasur, daripada muter-muter di mall dari toko ini ke toko itu. Terus, biaya online shopping itu lebih murah ketimbang gw pergi ke mall. Iya, barang yang dianter JNE itu paling cuma 9rb ke Depok, dibandingkan gw harus bolak-balik ke mall, kadang naik gojek yang bisa sampai 50rb pulang pergi.

Kekurangannya, ya pastinya terkadang ada barang-barang yang tidak sesuai harapan. Well, gw mentoleransi itu dengan alasan bahwa terkadang barang bisa ditukar atau dikembalikan. Atau ya..dijual lagi, hehe. Kemudian kekurangannya lagi terkadang juga barang sangat lama sampainya (tapi itu sudah jarang banget sekarang). Terus, kalau online shopping kan kadang terbatas, kita gak bisa pilih barang-barang branded yang biasanya ada di mall. But that's completely fine for me!

OK, pada intinya saat ini gw sedang demam-demamnya online shopping. Gw sampai punya catatan website dan akun instragram online shop yang gw langganan atau gw incar. Nah dari sini gw punya ide! *lampu* *kedip-kedip* *bersinar-sinar*

To be continued....

Wednesday, June 22, 2016

Jadi Orang Sehat Harus Egois

Hi! Apa kabar?
Di musim hujan ini pasti banyak yang lagi sakit ya?

Well, alhamdulillah gue engga (jangan belum)  sakit. Udah dari bulan Januari gue ga sakit, terutama sakit flu.  Penyakit ter mainstream se-mother earth. Tapi, sebenernya ini gue udah agak2 radang gitu sih.  Aduh, tambahin lagi deh minuman lemonnya,  dan tidur sekarang biar istirahat .

Iya, udah sekitar 3 minggu gue tuh struggle dari yang namanya sakit (sebut saja flu). Secara, ini lg musim hujan dan sepertiny semua orang di lingkungan gw sakit. Mulai dr di rumah,  di angkutan umum, di kantor, semuaaa sakit. Huft.
Masalahnya, sakitnya pada bagi-bagi gitu.  Bersin di depan muka, batuk di depan muka.  Alhasil, yang sakit orang lain, gue yang harus pake masker di angkutan umum biar ga ketularan. Padahal pake masker tuh panasss. Udah gitu, di rumah gue harus olahraga tiap hari biar tetap fit, dan minum air lemon yg superasem. Cuman buat menghindari penularan flu.

Pernah gue diliatin orang secara menyindir, gara2 kan gue lagi kegerahan pake masker di commuter line, trus samping gw ada yang bersin2, otomatis gue pake lagi dong maskernya biar ga nular.  Tp gw malah ditatap dengan tatapan "sengak banget sih ni orang gue sumpahin lo sakit". Gue jadi merasa orang paling egois sekomuter line.

Tapi setelah gue pikir-pikir, kalo gue ga egois kayak gitu: SIAPA YANG MAU BAYARIN PENGOBATAN GUE KALO GUE SAKIT?

Sedangkan gw kalo sekali drop sakit, bisa ga sembuh-sembuh sebulan.  Gue pernah nulis di blog soal ini kayaknya, if you wanna know. Kalo gw udah mau drop, gw langsung beli lemon, kan mahal, siapa coba yang mau reimburse. Udah gitu olahraga, gila abis pulang kantor aja rasanya cuma pengen tidur, tapi kalo bolos olahraga sehari aja badan udah rada2 mau drop. Tapi gw inget2 lagi kalo sakit itu ngga enak, jd gw bela2in melakukan semuanya. Alhamdulillah dari bulan Februari sampai Juli ini gw belom sakit. Semoga bisa bertahan minimal setahun ini, aamiin.

Intinya, gw cuma pengen pesen, jaga kesehatan semuanya yaa. Jaga kesehatan bukan cuma makan sehat tapi juga olahraga. Lalu, kalo udah sakit, please banget hargain yang engga sakit. Harga masker cuma 5000 di abang2 jalanan. Modal sedikit beli lemon, kalo ga mau, beli jeruk nipis juga murah. Gw ga akan segan2 pergi dari tempat yang ada orang batuk/bersin, mau dikira egois juga, asal gw ga sakit. 

Sekian dan terima kasih. Keep healthy as always 😘

Wednesday, November 25, 2015

Tidak Berguna

Suatu perasaan yang selalu tidak ingin aku rasakan adalah merasa tidak berguna. Ketika aku ingin melakukan sesuatu, berbuat sesuatu, namun badan tidak kuat untuk melakukannya, di saat itu aku merasa tidak berguna. Aku hanya bisa berbaring, memikirkan bagaimana aku bisa seperti ini, dan yang bisa kuingat hanyalah kesalahan-kesalahan dan dosa-dosaku.

Here i am now lying in my bed. Waiting for forgiveness from God, to give my health back, and to remind me how i should be so thankful back then when i can be a useful person.

*tulisan lebay karena lg bedrest flu berat. Sebagai janji lebih sering bikin tulisan lagi sekarang. Yosh!

Tuesday, July 28, 2015

Mudik 2015 (Part 2)

Salah satu kegemaran keluarga saya, selain wisata kuliner, juga mengunjungi museum atau tempat-tempat bersejarah. Seperti dulu kami sudah seringkali pergi ke candi Borobudur/ Prambanan, lalu pernah ke museum kereta api, sampai ke gua-gua sakral tempat bersejarah di Jawa Tengah. Nah, tahun ini, selain mengunjungi pantai dan wisata kuliner, mudik kemarin kami juga petama kali mengunjungi museum unik nih, yakni museum seni DeMata dan De Arca, begini ceritanya:
1. DeMata
Siapa yang pernah ke pameran trick art di Grand Indonesia dulu, atau di Lotte Shopping avenue? Nah, museum ini berisi trick art yang gak jauh beda sama yang ada di dua tempat tersebut. Isinya gambar-gambar 3D yang membuat kita yang foto di depannya seperti berfoto dengan benda nyata. Yah, lumayan yang ketinggalan pameran trick art di GI, bisa ke sini nih. Meski begitu kekurangannya adalah tempatnya yang sempit untuk berfoto, dan kurang sejuk (ditambah banyak pengunjung juga), dan juga pencahayaannya yang kurang bagus, sehingga hasil fotonya terkadang kurang bagus (masih kelihatan seperti gambar). Kudu bawa kamera super dan lighting tambahan kayaknya hehe.


2. DeArca
Nah, ada yang pernah ke museum patung lilin Madame Tussaude di luar negeri? Nah di sini ada versi Indonesianya. Di DeArca ini tersedia patung tokoh-tokoh terkenal, dari pahlawan Indonesia, sampai superhero the Avengers, hehe meski tidak lengkap. Namun tempat ini lebih bagus daripada DeMata (meski sebelahan), karena lebih luas, dan sejuk. Kalau soal patungnya, belum bisa membandungkan sih dengan yang di museum Madame Tussaude, tapi kalau dilihat, karakter di museum ini kurang mirip dengan aselinya. Tapi tidak apalah, masuk ke museum ini cukup worth it untuk menjadi iburan bersama keluarga :)

Alhamduliillah, syukur sujud syukur mudik kali ini menyenangkan dan less capek. Capeknya capek jalan-jalan dan beberes barang aja. Semoga bloggers semua juga bersenang-senang tahun in yah. It's a new day for us! See you ;)

Mudik 2015 (Part 1)

Assalamu'alaikum. Mohon maaf lahir dan batin saya ucapkan untuk semua pembaca. Mohon maaf jika di blog ini maupun di luar, saya banyak melakukan salah dan khilaf. Semoga bloggers semua bahagia ya :)

Tahun ini, alhamdulillah keluarga saya berkesempatan mudik lagi. Hal yang berbeda dengan apa yang telah saya ceritakan di postingan mudik tahun-tahun sebelumnya adalah: gak ada keluh-keluhan tentang perjalanan mudik. Kenapa? Alhamdulillah tahun ini berkesempatan mudik menggunakan pesawat, pulang dan pergi. Iya, keluarga kami, tepatnya ayah saya yang biasanya menyetir mobil sudah lelah (?) sudah agak trauma sama perjalanan mudik yang lama banget karena macet.

Mudik kali ini cuma sebentar yakni hanya 1 minggu. Kami solat Ied di Magelang bersama eyang dari ibu saya. Nah, karena memanfaatkan waktu mudik yang sangat singkat, kami sekeluarga full jalan-jalan. Pertama, kami ke pantai nih, ada tiga pantai yang kami kunjungi, jumlah yang sama seperti tahun kemarin. Pantai yang kami kunjungi masih di seputar area Gunung Kidul, jadi ya sebenarnya masih mirip-mirip pantainya dengan pantai yang kami kunjungi tahun lalu :D

1. Pantai Ngobaran
Foto ni diambil dari atas, jadi di bagian atas bukit itu ada banyak patung-patung Budha dan tempat persembahan. Sebenarnya pantainya itu kecil, cuma kami tidak ke sana karena harus menuruni bebatuan. Pemandangan dari atas ini juga tidak kalah bagus kok. Banyak objek fotonya karena tidak hanya sekedar air dan langit saja. Kebetulan saja foto panorama yang saya ambil di atas itu lagi mendung, jadi air dan langitnya tidak cerah. Tapi sebenarnya bagus :)

2. Pantai Nguyahan

Ini pantai yang paling luas dari ketiga pantai yang kami kunjungi. Di sini, ombak bisa sering menerpa pantai, jadi kami suka menunggu-nunggu kaki kami dihempas air ombak gitu hehe. Alhasil, pasir di sini banyak kerang-kerang yang tersangkut di karang-karang pinggir pantai, jadi lucu gitu warna-warni hehe.

3. Pantai Ngrenehan
Nah, pantai ini cenderung kecil, namun ombak jauh dari tepi pantai, dan air di pinggir pantai itu cukup dalam dan tenang untuk bisa dilewati kapal-kapal untuk dinikmati pengunjung. Namun kami tidak sempat menikmati pantai dengan kapal, karena, berbeda dengan pantai lainnya, di sini pusatnya tempat makan. Kenapa? Karena justru ikan-ikan di sini banyak dan fresh lansung diambil dari laut. Kami pun makan di sini, sebenarnya harga ikannya cukup murah, tapi malah yang mahal nasinya. Haha.

Selain jalan-jalan ke pantai, keluarga kami juga pergi wisata kuliner ke tempat-tempat yang belum pernah, maupun sudah setiap tahun ke sana:
1. the Kalimilk
 

Ini adalah kedai susu yang kontroversial. Namanya sih normal, the Kalimilk, karena terletak di jalan Kaliurang. Tetapi, mereka menyebut pelanggan yang meminum Kalimilk ini dengan "Neneners" iya, nenen. Kalau di deskripsi dari internet, alasannya karena dari bayi kia udah minum susu, dari nenen. Jadi ya..begitulah hehe. Susunya enak, tersedia banyak varian rasa, harga terjangkau, dan tempatnya juga oke.

2. Bakmie Kadin

Ini adalah warung bakmi jawa yang tidak membuka cabang di manapun, rasanya enaaak sekali. Untungnya, meski tidak membuka cabang, tempat ini cukup besar dan yang masak juga banyak, namun sayangnya, tidak cukup banyak untuk bisa menyediakan pesanan cuma 15 menit. Kalau mau makan di sini di saat ramai, kami harus menunggu 1,5 jam. Minimal kalau ke sini bawa banyak bahan obrolan atau bawa powerbank biar bisa main gadget lama. Hehe. Tapi worth it banget buat ditunggu.
3. Roemi Resto
Roemi resto ini sebenarnya seperti kafe bisa. Spesialisasinya dessert, khususnya es krim kayak di foto, menu lainnya seperti pancake pake, banana split, roti bakar, dsb. Tapi ada juga sih makanan berat mie goreng atau nasi goreng spesial Roemi yang rasanya juga gak kalah oke. Tempatnya enak, nyaman, emang pas buat hangout.

4. Jadah Mbah Carik

Ini makanan antara biasa, aneh, kampung, tapi enak. Jadi makan ketan dicampur sama tempe/ tahu bacem, rasanya enak loh! Habis makan ini beberapa langsung kenyang, gabisa makan lagi hehe. Tentunya selain enak, sumber protein yang banyak ;) Anak Indonesia harus makan ini hehe.

Wednesday, July 1, 2015

Refleksi Diet 2: Makan Itu Asal Sehat, Bukan Asal Kenyang!

Masih berkaitan sama postingan saya tentang diet, soalnya lagi semangat banget sama diet hehe. Jadi saya dapat link video yang tulisan di jarkomannya "Salah Kaprah Pola Makan Orang Indonesia". Berikut di bawah ini videonya. Wajib banget ditonton, sebelum lanjut baca! :D


Video ini menurut saya cukup menampar. Memang pola makan orang Indonesia itu tidak sehat. Coba kalau beli makan di tempat makan, yang banyak apanya, nasi putihnya kan? Iklan saja ngajarin makan nasi pakai kuah doang biar murah (if you know what i mean). Iklan juga ngajarin makan pakai nasi yang digoreng pakai mentega doang. Atau banyak abang bubur ayam yang bikin ketagihan padahal bubur ayam isinya cuma nasi dan kecap, ditambah vetsin. Udah gitu kalau pun menunya pakai salad, saladnya sedikit banget. Jadi gak ada serat, gak ada protein. Nasi itu hanya karbohidrat padahal, dan harusnya kebutuhan protein manusia itu "setelapak tangan orang yang makan dalam sekali makan." Belum lagi serat yang seharunya menjadi kebutuhan setiap hari, bukan seminggu sekali makan buah/sayurnya.


Terus miris juga sih. Ya.. hampir semua tempat makan dari warung sampai restoran Indonesia pun menu makannya begitu. Minyak di mana-mana, santan di mana-mana, nasi di mana-mana. Meski enak dan tujuannya menarik pelanggan ya iya. Tapi ya, bikin orang-orang jadi gemuk. Ya maklum aja, mana ada ahli gizi yang jual makanan di pinggir jalan. Yang ada, kita yang ngerti gizi dan mampu pilih makanan dengan bijak. Semenjak saya diet, saya jadi susah banget cari tempat makan, kebanyakan juga makan di rumah, atau menunya itu-itu aja. Karena saya jadi tau bahaya-bahayanya makan ini itu. Bukannya saya paranoid, tapi memang betul ternyata kandungan makanan di rumah makan.

"Kita hidup di Dunia Leyeh-leyeh"

Dari makanan yang nyeremin itu, ditambah lagi orang Indonesia sudah makin "Mager" alias malas gerak. Inginnya diet yang instan, tanpa olahraga. Tanpa makan malam juga dianggap bikin kurus. Makanya makin banyak orang Indonesia yang obesitas. Karena "inputnya tetap, tapi outputnya semakin kurang". Kemudian kalau dari yang saya baca, tingkat hidup orang Indonesia semakin pendek. Coba deh liat kakek nenek dan engkong masih ada aja di dunia ini, om tante udah ada yang meninggal atau sakit-sakitan. Sebab ya itu, pola hidupnya sudah beda, orang dulu doyan makan sayur. Sekarang sayur jadi menu kalo lagi gak punya duit. Dulu orang apa-apa jalan dan berkeringat, sekarang seharian duduk dan gak berkeringat.

Terus orang Indonesia juga makin bergantung sama obat-obatan. Flu sedikit langsung ke dokter dan dikasih obat banyak banget. Udah gitu dikasih makan banyak tapi isinya karbohidrat doang. Padahal, kata pak Shinya dari buku revolusi makan, tubuh bisa menyembuhkan diri sendiri lho, asal cukup vitamin dan proteinnya. Saya dari dulu kalau sakit flu-flu cuma minum madu, makan buah yang banyak vitamin C, sama makan ikan/daging. Murahan beli buah dan madu daripada beli obat sumpah deh.

Di video di atas menyarankan bahwa lebih baik kita memakan yang "mendekati bentuk aselinya" serta "plant based". Saya selalu ingat banget kata-kata dokter gizinya kalau "Sosis itu gak ada, Tuhan tidak pernah membuat sosis, apalagi masuk kaleng." Soalnya saya ngakak pas si ibu bilang begitu. Benar juga. Bayangkan daging bisa awet dua tahun di dalam kaleng, itu dikasih apa coba. Udah gitu dimakan lagi, masuk ke dalam tubuh kita. Hiii. Jangan sering-sering lah. Bukannya gak boleh, tapi dilihat juga kadarnya. Sekarang saya udah lama banget gak beli jus-jus kardusan, karena isinya gula semua. Saya mending menyisihkan uang saya untuk beli buah aseli. Jauh lebih worth it.

Lalu juga portion controls. Tubuh manusia itu cuma, iya cuma, butuh 2000 kalori. Yang butuh lebih mungkin semacam olahragawan. Gimana kita coba yang kerjanya naik mobil dan duduk di sekolah/kantor, harusnya kurang dong kebutuhan energinya. Tapi kayak gitu malah makan 3 kali sehari dengan porsi full, ditambah cemilan, susu, jus, dll. Wah bisa 3000an kalori yang masuk. Dipertimbangkan lagi kalau mau makan, kayak saya sejak diet, saya tau banget saya itu males orangnya, jadi saya setiap makan cuma setengah porsi, atau makan cuma 2 kali sehari, sisanya makan buah dan kenyang-kenyangin perut pakai air putih. Wah udah sehat, hemat juga kan gak perlu makan berlebihan. Gak perlu juga repot hitung-hitung kalori, tampakan makanan bisa keliatan kok berapa kalorinya. Kayak, gorengan yang cerah gemilang indah dipandang itu tentunya bisa dibayangkan ia berteriak, "Hai makan aku dong, aku kalorinya setara dengan satu porsi makan lho."

Saya percaya banget dan berusaha menerapkan sunnah nabi yang disebut "Makanlah sebelum lapar, dan berhentilah sebelum kenyang," meski kadang susah untuk menyesuaikan. Tapi menurut saya kebutuhan porsi makan kita bisa dilihat dari situ, batas kenyang dan lapar kita. Kalau kita kenyang pasti berarti sudah lebih dari cukup kebutuhannya. Lalu kalau lapar, pasti akan kecenderungan untuk makan berlebih dan jadinya gak sesuai dengan kebutuhan. Coba deh kalau diterapin pasti tubuh kita akan selalu ideal. Tentunya dengan aktivitas yang normal ya, gak leyeh-leyeh, hehe.

Pada akhirnya, kembali lagi ke kesadaran diri masing-masing. Memang makan makanan enak itu ya enak banget, tapi apa itu sehat? Jadi, buat bloggers nih, yang pastinya lebih tau isi kandungan makanan, yuk diubah lagi pola makannya. Berkorban sedikit gak sering makan yang enak-enak gak apa-apa yang penting sehat. ;)

"Kenyang itu harus, tapi kenyang  dengan baik, dengan kenyang asal makan itu beda banget"

Tuesday, June 30, 2015

Refleksi Diet 1: Jangan Bingung Pilih Jenis Diet

Hai bloggers. Sudah beberapa bulan saya menjalankan diet makanan. Sejak saya dirawat di rumah sakit, berat badan saya bertambah banyak dan saya jadi gemuk! Ditambah berapa bulan setelah sakit, saya masih belum boleh beraktivitas berat dan harus makan yang banyak dan tentunya sehat. Alhasil setelah itu, saya mulai memasuki masa-masa depresi karena berat badan saya bertambah dan lemak di badan meleber. Selain memperburuk penampilan, gemuk juga gak sehat! Saya pun mencari-cari cara diet untuk menurunkan berat badan. Ternyata begitu banyak cara-cara diet dan olahraga yang beragam, bahkan tak jarang yang bertentangan. Berikut ini saya mau ceritakan kronologis diet saya.

NB: Diet yang akan saya jelaskan di bawah ini PASTI ADA OLAHRAGAnya. Tidak ada diet tanpa olahraga, diet itu tidak semudah itu. Orang sehat dan kurus pun tetap harus olahraga, oke? :)



(source)
1. OCD
Saya memulai diet dengan OCD. Obsessive Corbuzer Diet. Iya itu buatannya pak Dedi Corbuzer. Pada intinya diet ini adalah mengurangi asupan makanan dengan berpuasa dengan interval waktu tertentu, namun tetap minum. Hal ini ditambah dengan olahraga selama 7 menit. Olahraga ini bisa tergolong cukup berat karena gerakannya terus menerus (setiap gerakan 30 detik) dan hanya diberi jeda istirahat selama 10 detik setiap gerakan. OCD ini cukup menurunkan berat badan saya yang tadinya 53kg menjadi 50kg. Tapi membuat saya sangat kelaparan dan selalu ingin makan, atau malah makan banyak sekali saat jamnya makan. Jadinya saya sudah batal OCD, meskipun berat badan saya sekarang cukup stabil di 50kg. Hal ini terbantu dengan rutin berolahraga 07W. Meski begitu, kebanyakan waktu saya kecapekan berolahraga ini saya mah gitu orangnya), jadi sampai sekarang ini saya hanya ambil beberapa gerakan dan saya lakukan dengan intensitas sedang.

2. Diet Mayo

Selanjutnya, saya mulai ditawari diet mayo. Diet mayo ini cukup booming karena sudah banyak penyedia jasa catering mayo yang harganya juga gak sesuai sama mahasiswa yang budget makannya Rp. 8000 di warteg. Diet ini adalah diet dengan meniadakan asupan garam. Karena garam itu menghalangi air masuk ke tubuh dan memperlambat metabolisme #cmiiw. Setuju. Namun susah sekali melakukannya. Pasalnya, hampir semua masakan mengandung garam. Jadi, saya hanya berhasil melakukannya beberapa hari, lalu batal karena lidah saya craving for garam. Saya juga baca ada artikel lain yang menyatakan bahwa tubuh memang butuh garam, bukan tidak ada sama sekali. Jadi, kalaupun kita makan garam pun bisa diseimbangkan dengan minum yang banyak agar metabolisme lancar.

3. Diet Less Carbo (Sebenernya gak tau namanya apa)
Selanjutnya, diet yang saya jalani adalah makan tanpa karbohidrat sederhana seperti, nasi, mie dan roti putih.  Wah, ini sih susah sekali, karena pada dasarnya, saya suka ketiga makanan itu karena rasanya enak banget. Saya saja bisa bertahan hidup dengan nasi putih plus kecap atau hanya bawang goreng, hehe. Tapi gak ada gizinya! Nasi putih dan kawannya itu mengandung karbohidrat sederhana yang membuatnya lama dicerna oleh usus, dan akhirnya cepat membuat jadi lemak. Diet ini menyarankan untuk beralih ke karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan roti gandum. Diet ini oke banget, masalahnya adalah di rumah saya jarang ada stok nasi merah dan gandum. Lalu biasanya harganya juga lebih mahal. Kemudian susahnya juga karena asupan gizi saya masih dikontrol oleh ibu saya, jadi di rumah ya isinya masih nasi putih-roti putih-mie. Akhirnya saya sebisa mungkin mengurangi porsi nasi putih menjadi seperempat piring, dengan lauk tetap. Hasilnya cukup ampuh, plusnya adalah, tidak menjadi gampang mengantuk karena energi untuk mengolah karbohidratnya berkurang. Lagipula, sebenarnya lauk-lauk yang ktia makan itu sudah mengandung karbohidrat. Apalagi buah dan sayuran itu sudah mengandung karbohidrat, sehat pula. Nasi itu cuma apalah atuh, gak usah banyak-banyak. Haha.

4. No Minyak
Teman saya, Hamidah, Lulusan terbaik MIPA UI *penting banget ditulis wkwk* menjalani diet ini selama sekitar 6 bulan. Dia tidak mengkonsumsi makanan berminyak dan mentega. Dia hanya makan dari hasil olahan rebusan dan panggang (soalnya kalau bakar bikin cepet kanker). Hasilnya dia turun 25 kg! Tapi tentu di setiap hari ditambah pula olahraga kecil seperti lari ditempat. Diet ini tentu ampuh, karena di setiap artikel diet yang saya baca, minyak itu memang sangat bahaya. Selain membuat gemuk, tidak sehat pula. Saya pun sebisa mungkin mengurangi asupan minyak. Kalaupun ibu saya menggoreng makanan, biasanya saya ambil tissue, lalu memeras makanan tersebut hingga minyaknya sebagian besar terserap oleh tissue. Hehe.

5. Diet Usus Versi Pak Shinya
Teman saya rela mengeluarkan sisa uangnya untuk beli sebuah buku yang berjudul "Revolusi Makan" yang ditulis oleh Bapak Hiromi Shinya. Saya dengan enaknya meminjam bukunya secara gratis (hehe). Kata bapak dari Jepang ini, rahasia sehat dan kecantikan itu terletak dari usus. Jika usus sehat, maka tubuh akan sehat dan lebih cantik. Poin-poin penting dari pak Shinya ini adalah:


a. Hanya makan Buah dan Air di pagi hari.
Sarapan itu masih menjadi perdebatan. Ada yang bilang ga boleh sarapan karena bikin gemuk dan ngantuk. Ada yang bilang kalau sarapan itu wajib soalnya menjadi asupan otak untuk menjalankan aktivitas. Nah, dengan baca buku bapak ini, saya menjadi lega karena sudah dapat solusinya. Sarapan hanya makan buah dan air, sehingga tidak gendut dan asupan otak pun terjaga! Diet yang dianjurkan ini adalah dengan makan pisang. Karena kandungan gula dan gizi dalam pisang cukup untuk membuat kita kenyang di pagi hari. Nah kalau dari saya, khususnya untuk memperlancar kinerja usus nih, lebih baik tambah minum perasan lemon hangat. Selain bisa membakar lemak-lemak perut, usus pun jadi lancar. Disarankan nih buat yang belum BAB kemarin, hehe, tapi jangan setiap hari juga ya karena lemon mengandung asam yang bsia merusak gigi dan juga kalau kebanyakan, bukannya lancar, malah mencret. :(

b. Makan yang sehat-sehat
Nah, ini merangkum semua diet di atas. Jangan makan yang berminyak, lalu beralih ke nasi merah dan gandum, dan yang baru nih, coba makanan mentah. Makan makanan mentah ini sih yang saya masih belum terbiasa. Makan lalap aja masih mikir-mikir. Meski suka sayur tapi lebih suka yang sudah diolah jadi sop dsb. Padahal sayuran yang mentah itu yang sangat maksimal kandungan gizinya. Kemudian pak Shinya Juga bilang kalau mie lebih baik daripada roti, dan nasi lebih baik daripada mie. Karena lihat saja roti itu isinya tepung doang sebagian besar, sedangkan mie lebih banyak karbohidratnya, namun tetap saja tepung. Namun memang yang cukup pas kandungan karbohidratnya adalah nasi. Jadi kalau ada pilihan nasi, ya pilih nasi di menu mu ya :)

c. Jangan olahraga dengan intensitas tinggi, lakukan intensitas rendah
INI. YANG BIKIN. SAYA. SANGAT LEGA. Semenjak diet, saya melakukan olahraga dengan berbagai macam gerakan yang intensitasnya cenderung tinggi. Alhasil saya kebanyakan masa istirahatnya daripada masa olahraganya. Padahal ternyata, olahraga tingkat rendah hingga sedang dengan waktu 30 menit justru yang ampuh membakar lemak. Ternyata, jika melakukan olahraga intensitas tinggi justru karbohidrat yang baru kita makan yang terbakar, dan lemak pun tetap berada pada tempatnya. Saya pun sampai sekarang merutinkan jalan ditreadmill selama minimal 30 menit, dan hasilnya cukup oke. Badan tidak lelah, malah segar, dan tentunya merasa lemak terbakar.

d. Mengunyah makanan pelan-pelan
Gak terasa kan ternyata kalau kita makan, cuma habis 3 menit saja *saya sih yang gitu*. Menurut pak Shinya, agar usus sehat, makanlah secara perlahan. Maksudnya, kunyah makanan hingga halus, baru ditelan. Dengan mengunyah lama, enzim dalam mulut lebih terpicu untuk keluar dan membantu pencernaan.  Saya cukup setuju dengan hal ini. Selain itu, berdasarkan yang telah saya baca sebelumnya, menelan makanan yang lama ini juga akan membuat kita cepat kenyang, karena makanan yang sudah ditelan lebih dulu masuk ke usus halus yang mengirimkan sinyal ke otak kalau kita sudah kenyang. Dengan merasa cepat kenyang, kita akan mengurangi porsi makanan. Setelah saya mencoba teknik ini saya merasa tidak 'begah' ketika makan karena biasanya makan cepat. Saya juga tidak cepat buncit ketika makan secara perlahan.

Setelah membaca buku itu, saya menjadi cukup lega dan tercerahkan, karena selama ini, itu adalah masalahku. Kenapa perutku gampang buncit, dari dulu sulit buang air besar, dan segala macam. Setelah melakukannya sekitar seminggu, telihat bahwa saya lancar buang air besar dan rasanya perut enak dan lega. Dan tentunya, lebih kurus!


(source)

Kesimpulan dan Refleksi
Dari segala diet yang pernah saya jalani, sebenarnya semua diet itu benar. Inti diet itu sebenarnya untuk sehat. Karena gemuk itu gak sehat, makanya menguruskan badan. Jadi orang yang kurus pun tetap harus diet makanan agar sehat. Ini yang menjadi motivasi saya untuk diet. Inti diet untuk menguruskan badan itu tetap makan dan makan makanan sehat, serta memperbanyak pembakaran kalori dengan beraktivitas/olahraga yang tidak berlebihan. Kalau kata Hastin "Kamu tetap makan aja asal olahraga. Makannya jangan banyak-banyak." Gak perlu menyakiti diri sendiri dengan puasa 24 jam, atau olahraga sampai pingsan, atau repot cari aplikasi bagus untuk menghitung kalori. Pada intinya, sama kayak yang ada di Al-Qur'an: jangan terlalu berlebihan.


Diet apa saja terserah, asal komitmen. Pada akhirnya toh saya tidak terpatok pada satu nama diet. Tapi saya mengambil beberapa poin dan menggabungkan semuanya, misalnya, saya tetap olahraga sesekali seperti OCD, saya selalu mengurangi porsi nasi, minum lemon kadang-kadang, seberusaha mungkin kalau bisa gak pakai garam dan minyak pun dijabanin. Pilih saja diet yang buat kamu semangat dan mudah untuk dijalankan. Seperti saya nih, karena saya sudah punya "paket diet", saya masih bisa makan makanan kesukaan seperti cokelat dan kue. Tentunya dengan batasan porsi, jadi tidak terlalu menyiksa dietnya. Hasilnya? Sekarang berat saya 46kg. Itu pun selama hampir 6 bulan karena saya banyak mencoba cara diet. Bagaimana jika saya komitmen dari awal, mungkin bisa kayak teman saya, turun 25 kg! hehe. Yeah, pokoknya next target: 43kg.

NB: Maaf ya, anaknya gak bisa nulis pendek-pendek (^,^)v

Popular Posts