Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Sunday, November 23, 2014

Most Romantic Movie Scenes (My Version)

After i had the saddest movie scenes post. Now i want to share my most romantic movie scenes i've ever watch. No, this do not include Titanic scenes. I'm more like a disney girl than a Titanic one.

1. Pride and Prejudice - "You have bewitched me, my body and soul"
I don't know what to say. Mr. Darcy is such a handsome, shy and aaargh. He had a hard time to tell his love to Elizabeth, but when he came to that, he's so stunning and charming, and whatever he is. Just listen to him. "You have bewitched me, my body and soul." Oh british!

2. Disney Tangled - Flying lantern scenes

I love flying lanterns on the dark sky. This scene is romantic because Flynn is actually make Rapunzell dreams come true, and he even bought (or stole?) a candle for her. The song is also the best of Tangled.

3. 50 First Dates - Ending Scene

50 First Dates is like my favoite romatic comedy movie. It contains such psychological disorder caused by brain damaged, anterograde amnesia. The romantic part is this ending scenes. I mean, how romantic a guy is when you have amnesia and he makes video for you every single day before you even got up in the morning.  

It's all i have for now. I'll post another later :)

Sunday, April 27, 2014

Saddest Movie Scenes (My Version)

Just want to share you what scenes do make me always cry even though i've been watching the movie for billion times.

1. Spiderman 3 - When Harry Is Dead
This is the scenes which make me have a though about making this post. This scene...is so... :(
"You're my friend, Peter. Bestfriend."

2. Harry Potter and the Goblet of Fire - When Harry get back from the graveyard with dead Cedric
This is sad. Especially when Cedric's dad scream to his son's body. :"( Makes me cry every watching it.
"Let me through. Let me through! That's my son!! That's my boooy!!" 

3. Click - When Michael (Adam Sandler) run for his family through the rain. And...just watch :"(
Even though this movie is a comedy and has made me laugh everytime. But this sad scene never fail to make me cry too.
"Family comes first"
"Will you still love me in the morning?" "Forever and ever, babe"

4. UP - The Happy moment of Carl and Ellie
Sometimes i hate this movie because it makes me cry in the BEGINNING of the movie. Crying make my head dizzy, you know. The beginning of the movie tells the happy moment of the couple Carl and Ellie, and suddenly...sad scene.....



NB: This post may be edited eventually
NBB: Feel free to share your scenes :D

Thursday, August 1, 2013

I See The Light

Sudah puluhan kali nonton Disney Tangled. Selalu suka sama lagu dan adegan ini :)

Mandy Moore & Zachary Levi - I See The Light (OST Disney Tangled)



And it's warm and real and bright
And the world has somehow shifted
All at once everything is different
Now that I see you

Wednesday, July 10, 2013

Saya Jatuh Cinta

Sama aksen Inggris.

Sama kerah tinggi kemeja putih di sisi leher.

Sama jas hitam yang panjang di bagian belakang, dan berayun mengiringi kaki ketika berjalan.


(source)
Sama Mr. Darcy.

Silahkan cemburu.

*After all this time........ gw baru nonton film  Pride and Prejudice!
HIKS

Friday, June 1, 2012

Right in the Childhood: The Story of Cardcaptor Sakura

Hai, kalian waktu kecil pasti suka nonton Tv kan? Saya suka bangeet. Apalagi buat 90's kids nih, pasti suka nonton film2 kartun yang di tayangkan di suatu stasiun TV setiap hari Minggu dan berturut-turut dari jam 6 pagi sampai siang. Apa dong kartun favorit kalian? Boleh loh kalo mau di share hehe :)

By the way, kartun favorit saya waktu kecil adalah Cardcaptor Sakura. Sakura Kinomoto, nama panjangnya, adalah gadis kecil kelas 4 SD, yang secara tidak sengaja membuka buku ajaib berisi kartu-kartu milik Clow Reed, seorang penyihir hebat jaman dahulu. Kartu-kartu Clow (Clow Cards) tersebut terbebas dari dalam buku, dan Sakura pun diberi kekuatan oleh penjaga buku tersebut -- yang bernama Keroberos (yang bentuk duniawinya seperti boneka beruang kecil yang bisa terbang) -- untuk menangkap kartu-kartu tersebut, karena jika kartu-kartu itu terlepas, maka akan menyebabkan kerusakan di bumi. Sakura diberikan tongkat untuk menangkap dan memanggil wujud asli dari kartu-kartu tersebut. Nah, petualangan menangkap kartu inilah yang menjadi inti dari cerita Sakura. Bersama dengan teman-teman baiknya, dan saingannya, yang lama kelamaan akan menjadi pacarnya (hihi), ia pun berusaha menangkap semua kartu tersebut.

Yah, mungkin bagi beberapa orang cerita ini tidak begitu menarik. Tapi saya emang orangnya seneng banget sama cerita cerita fantasi super power kayak beginian hehe. Dan karena waktu itu saya masih SD, dan karakter Sakuranya juga masih SD, mirip pula namanya (Sakura - Syakira) *maksa*, jadi makin suka banget berimajinasinya. Punya super power, dan punya kisah cinta yang unyu hihi apalagi karakternya ada yang ganteng-ganteng #salahfokus *ckck masih SD padahal*

Nah, baru-baru ini, di tengah liburan panjang pergantian semester, saya sedang merenungkan masa kecil *halah*. Lalu, saya teringat kembali dengan serial anime ini. Namun, kok saya ga bisa inget ya gimana endingnya anime ini. Entah lupa atau memang belum pernah nonton bagian akhirnya. Akhirnya, saya pun mengunduh satu persatu episodenya di salah satu situs yang memiliki koleksi kartun dan anime segudang dari A-Z hehe. Dan kyaa, memang seru sekali petualangannya, apalagi suka lucu kalo ngeliat ekspresi kartuniawi (?) anak-anak ini yang masih polos dan malu-malu hihi. Namun, di tengah perjalanan panjang, akhirnya saya menyadari kalo total episode anime ini adalah 70 episode, haaff.

Serial ini dibagi menjadi 2 volume. Volume satu adalah sejak Sakura membuka buku Clow Reed, hingga menghadapi Final Judgement yang menentukan apakah Sakura mampu  menjadi Master of the  Card yang baru. Volume kedua adalah sejak Sakura memenangkan final judgement, hingga ia mampu mengubah semua Clow Card menjadi Sakura Card dan menjadi Master of the Card yang sesungguhnya. Ternyata, waktu kecil saya hanya menonton hingga final judgement dan beberapa episode setelahnya di volume dua, dimana tongkat Sakura sudah berubah dari yang ujungnya berbentuk paruh burung, menjadi yang ujungnya berbentuk bintang. Jadi, sebagian besar volume dua dan termasuk akhir ceritanya saya belum menonton huhu.

Nah, saat menonton serial ini, saya sedikit menyadari bahwa ada tanda-tanda hubungan yang tidak wajar dari karakter-karakter di dalamnya. Saya mencurgai adanya rasa suka antara karakter pria alias gay, dan sesama  karakter perempuan, alias Lesbian. Akhirnya, karena memang saya tidak sanggup mengunduh ketujuhpuluh episodenya namun masih sangat penasaran, saya memutuskan untuk mengunduh hanya beberapa episode yang saya kira bagus, dengan referensi plot per episode dari wikipedia, dan menguduh serta membaca seluruh volume manga/komiknya. Saya bukan penggemar manga memang, karena saya sejujurnya tidak begitu suka membaca komik karena tampilannya yang hitam putih dan sudah ada gambarnya sehingga sedikit membatasi imajinasi saya. Dan terkadang saya memang suka bingung sama cara bacanya yang dari kanan ke kiri, dan sedikit sulit memahami visualisasi gambarnya yang setengah-setengah gitu hehe. Tapi, kadang-kadang kalo saya penasaran, atau emang suka, saya gak begitu keberatan membaca komiknya, karena ingin membandingkan dengan animenya, contohnya seperti serial Detective Conan, Death Note, One Piece, Naruto, dan lain-lain. Tentu saya bacanya cuma longkap-longkap, karena emang komik-komik itu jumlahnya ratusan (>,<). (kecuali Death Note, karena serial ini tidak begitu banyak, dan saya sangat suka jalan ceritanya hehe).
Dari atas ke bawah (dengan orientasi kiri ke kanan): Sonomi Daidouji - Kaho Mizuki - Ruby Moon - Fujitaka Kinomoto - Toya Kinomoto - Takashi Yamazaki - Chiharu Mihara - Naoko Yanagisawa - Rika Sasaki - Yukito Tsukishiro - Sakura Kinomoto - Tomoyo Daidouji - Mei Lin - Li Shaoran - Keroberos - Eriol Hiiragizawa
Setelah saya membaca manga Sakura, saya jadi histeris sendiri. Karena, ceritanya unyu banget hihi. Ya, mungkin banyak yang bilang 'biasa saja' karena memang ceritanya hanya sebatas menangkap kartu, menang, musuh-musuhan, trus suka-sukaan deh. Tapi, saya emang udah ngefans duluan sih sama ide dan jalan ceritanya hehe. Nah, yang bikin shock adalah, dugaan mengenai hubungan antar karakter yang abnormal yg saya sebut di atas ternyata tergambar jelas di sini, bahkan semakin banyak dan rumit. Ternyata, didalamnya memang ada hubungan-hubungan seperti Gay (sesama pria), Lesbian (sesama perempuan), Incest (sesama saudara sedarah) dan Pedofilia (hubungan orang dewasa dengan anak yang jauh di bawah umur). Begini sedikit detailnya:

Tomoyo (teman baik Sakura) menyukai Sakura --> Lesbian, dan juga Incest, karena ternyata ibu mereka sepupuan
Toya (kakak laki-laki Sakura) saling menyukai dengan Yukito (teman satu sekolahnya yang merupakan sahabatnya) --> Gay
Li Shaoran (saingan, dan yang nantinya akan menjadi pacar sakura) tadinya suka sama Yukito --> Gay
Pak Terada (guru di sekolah sakura) menyukai Rika, (salah satu teman sakura) bahkan mereka semacam engaged gituh --> Pedofil
Kaho Mizuki (guru pengganti di SDnya Sakura yang membantu petualangan sakura) saling menyukai dengan Eriol (teman pindahan Sakura yang merupakan salah satu wujud duniawi dari Clow Reed) --> Pedofil
Oiya, ada juga yang menunjukkan disorientasi gender. Tokohnya Ruby Moon (guardiannya Eriol), yang karakternya digambarkan sebagai seorang perempuan (yang ceritanya juga anak pindahan di SMA yg sama dengan Toya, dan menyukai Toya si kakak Sakura itu). Memang di anime dan di wikipedia tidak dipermasalahkan, namun di manga, guardiannya Eriol yang lain (Spinel Sun) mempermasalahkan kenapa si Ruby ini selalu memakai pakaian wanita. Dan si Ruby menjawab "karena aku suka". Nah, ini nih, yang saya curigai kalo dia itu, bahasa kasarnya, bencong -,-

Di dalam komiknya, hubungan-hubungannya seperti itu lebih rumit, dan masih ada beberapa contoh lagi, tapi akan lumayan panjang jika dijelaskan karena memang cukup sulit menjelaskannya. Akan cukup membingungkan juga jika dibandingkan dengan animenya, karena bahkan ada karakter yang ada di anime tapi tidak ada di komiknya. Tentu, seperti beribu tontonan televisi lainnya yang di angkat dari sebuah karya tulis, pasti ada perbedaan-perbedaan baik jauh maupun tidak antara karya tulis aslinya dengan filmnya. Di sini, serial Sakura yang kita tonton di Tv memang lumayan berbeda dengan cerita di manga. Namun, di manga aslinya, hubungan-hubungan abnormal yang saya sebutkan di atas tersebut secara jelas ditunjukkan (bahkan ada yg diperjelas di notes dari penerjemahnya). Setelah saya mencari-cari di wikipedia, ternyata memang benar, bahwa di animenya, hubungan-hubungan seperti itu memang sengaja tidak diikutsertakan. Misalnya, rasa suka sesama jenisnya itu dalam anime digambarkan sebagai suka sebagai sahabat, melainkan suka beneran.

Yah, namanya juga tontonan anak kecil. Namun yang saya bingungkan, komiknya tersebut kan juga di jual untuk segala umur, dan segala belahan dunia, bahkan saya dulu punya 2 diantaranya. Untung cuma dua karena memang saya tidak suka membeli komik (bahkan salah satunya adalah kado dari temen hehe). Tapi bayangkan jika saya mempunyai seluruh koleksi komiknya dan mendapati hubungan-hubungan tersebut sebelum umur yang tepat. Kalo sekarang sih ga apa-apa karena saya toh sudah 18 tahun, dan kuliah di jurusan Psikologi yang memang studinya ada yang mencakup kelainan-kelainan tersebut. Tapi dulu, gimana dengan anak-anak kecil yang lain? Yang di Indonesia? Yang di luar negeri? Yang di Jepang sendiri? Hah, memang saya terlalu sering melontarkan pertanyaan "What if?" seperti itu sehingga saya suka galau sendirian. Akhirnya sih bersyukur aja karena waktu kecil ga terpengaruh sama hal-hal begituan, buktinya saya normal kok, terakhir saya cek sih saya masih perempuan dan sadar betul akan status dan perannya. Saya juga masih menyukai lawan jenis, yang tidak sedarah, dan tidak jauh umurnya, hehe.

Sesuai judul postingan ini, saya sempat merasakan momen yang biasa disebut di situs 9gag.com sebagai "Right in the Childhood moment", karena memang merasa 'dirusak' masa kecilnya. Tapi, saya tetap membanggakan serial Sakura ini sebagai kartun masa kecil favorit saya. Kalo mau tahu lebih lanjut soal cerita dan karakternya, ada nih di wikipedia. Di sini tentang karakternya. Dan di sini tentang plot per episodenya. Kalo soal asal-muasalnya, saya kurang tahu kebenaranya, tapi kalau soal karakter dan ceritanya, saya menganggap link di atas benar karena saya sudah membaca dan menonton ceritanya hehe.

Sesuai dengan awal cerita saya ini kalau saya penasaran, dan ternyata memang tidak pernah menonton endingnya, akhirnya saya sudah tahu sekarang :"). Sakura sudah menjadi Master of the Cards yang baru. Dia dan Li Shaoran juga akhirnya sama-sama mengungkapkan rasa cintanya. Namun, Li Shaoran harus kembali ke Hongkong, Cina, untuk melanjutkan formalitasnya di sekolah di Cina, karena memang awalnya dia pindah ke Jepang karena merasakan bahwa Clow Cardsnya tersebar dan harus mengumpulkannya. Akhirnya ketika mereka sudah remaja dan bersekolah di tingkat highschool, Shaoran pun kembali lagi ke Jepang, bertemu Sakura, dan menetap di sana. And hopefully, they live happily ever after :"D

The End of Sakura Manga
Kyaaa.. :"D

Mungkin agak OOT dan jadul lagunya, tapi ini lagunya lumayan cocok dengan anime ini, khusunya setiap bagian ketika Sakura bertemu Yukito yang ganteng itu. Feels like meeting angel, and he actually is. :")

Friday, January 8, 2010

Les Choristes

Hi all !!

Gw mau nge share sesuatu nih. Masih inget ga sama postingan yg ada film Prancis, Les Choristes nya? Kalo lupa, liat aja lagi hehe, di search aja. By the way, hari ini pelajaran Prancis nonton film itu lagi, sampe habis pula soalnya sekitar 1 jam pelajaran lebih dipake buat nonton. Oya, lo semua harus tau film itu keren banget! Ceritanya sih lumayan, tapi ending nya kurang wah gitu. Tapi tetep aja keren soalnya film musical gitu, choir pula. Ok begini plot ceritanya yg gw ambil dari Wikipedia :

Les Choristes / The Chorus.
In present time, conductor Pierre Morhange learns of the death of his mother. After the funeral he receives an unexpected visit from one of his former classmates, Pépinot, whom he has not seen for 50 years. He shows him a diary written by their supervisor, Clement Mathieu. In 1949, Clement Mathieu, an unemployed music teacher, accepts a job as supervisor in the boarding school called “Fond de l’étang” (literally translated, “bottom of the pond”), where difficult boys are sent. Rachin, the headmaster, reigns with iron discipline and his motto is: "action, reaction!" As soon as a student disobeys the rules, he is punished mercilessly.

Forced to punish the one who set a trap on the door to the infirmary, injuring the institution’s jack-of-all-trades, Mathieu realizes that the children need more understanding and freedom. He manages to obtain permission from the headmaster to form a choir in class. The story is an attempt to compare two visions of the school: the headmaster who wants only discipline and Mathieu, who seeks to give the children hope and opportunity through the choir.

An older boy, Mondain, is entrusted to the boarding school by a psychiatrist, but Mathieu fails with him. Rachin wrongly accuses him of stealing a large sum of money belonging to the establishment and expells him.

He also has a special feeling for the young Pépinot, a boy that expects the visit of his father every Saturday near the gate, but indeed lost his parents in the war. With his methods. However, the headmaster must please its benefactors, including a Countess who helps finance the boarding school. She hears of the choir and wants to hear them sing. Mathieu is thus able to show his success, particularly the voice of Morhange, a withdrawn and obstinate boy when dealing with adults, but a talented singer. 

The headmaster takes all the credit for the chorus, even though Mathieu is solely responsible. At the beginning of summer, Rachin leaves to meet with the beneficiaries of the school and Mathieu is left in charge. While he’s gone, fire destroys part of the boarding house. Mondain, seen nearby with a cigarette, is most likely responsible. Fortunately, the children are safe, since Mathieu had taken them on a field trip that day. The headmaster, seeking every opportunity to get rid of Mathieu, accuses him of taking the children on a forbidden field trip and, after a nasty argument, fires him. The supervisor then leaves the school, thinking the children will forget him, but on his way out they throw paper airplanes with expressions of thanks and wishes for a good life. In a split-second decision, Mathieu adopts Pépinot, one of the youngest boys who is also an orphan, and takes him with him when he leaves on a Saturday. Mathieu changes the lives of the boys, of the other employees and his own as well. *Copas from Wikipedia
And this is the english version trailer. Check it out!




Orang yang botak itulah si Mathieu. Yang ganteng dengan suara emas itu si Morhange. *FYI, nama aslinya Jean-baptiste Maunier. Google him now, you'll fell in love.* Dan yang kecil lucu itu Pepinot. Oya tambahan, soal ibu2 yg di trailer, itu mama-nya Morhange, si Mathieu itu suka sama dia, tapi akhirnya ga dapet soalnya dia dengan cowok lain. 

Aaahh kebayang ga sih ceritanya seruu, gw pengen nonton lagi, tapi gatau dimana bisa dpt dvd film Prancis. Kalian semua cari juga yaaa... pokoknya harus nonton! Well, that's it. Semoga ini berguna nambah review film kalian, jarang2 kan nonton film Prancis, hehe. bye. xoxo

Song of the Day : Les Choristes - Caresse sur l'ocean



Ini lagu favorit gw di Les Choristes. They've made great songs, i want the album so bad. Dan OMG saya sangat jatuh cinta sama Jean-baptiste a.k.a Morhange. Liat dong dia nyanyi solo di video dengan suara briliant nya, mana dia ganteng parah! Oya, kalo mau liat video konser Les Choristes yg lain, ada di youtube playlist saya, klik aja ya.

Popular Posts