Saturday, September 22, 2012

Kunjungan ke SLB-C: Mereka Punya Harapan :)

Psikologi Pendidikan Anak Luar Biasa adalah nama mata kuliahnya. Sebenarnya, term anak luar biasa ini masih sering diperdebatkan, sekarang ini yang lebih tepatnya adalah Anak Berkebutuhan Khusus. Pada pertemuan pertama kuliah Psi ALB, kami mahasiswa di kelas pilihan ini diminta untuk berdiri satu persatu dan menceritakan mengenai pengalaman berinteraksi dengan Anak Berkebutuhan Khusus yang membuat kami tertarik untuk memilih mata kuliah pilihan ini. Sayapun bingung dan langsung mikir, ternyata selama ini saya tidak pernah berinteraksi langsung dengan anak-anak yang berkebutuhan khusus

Seperti mata kuliah lain di psikologi, mata kuliah ini juga tidak kalah tugasnya. Tugas kelompok mata kuliah ini adalah membuat laporan mengenai beragam kebutuhan khusus anak-anak. Tugas kelompok saya adalah mengobservasi anak-anak dengan mental retardasi ringan.Mental retardasi atau yang disebut keterbelakangan mental adalah gangguan kognitif di mana, otak anak tidak bisa berfungsi secara normal. Anak-anak ini memiliki IQ yang di bawah rata-rata, dan sulit dalam belajar, memproses informasi, akibatnya kemampuan motorik anak berkurang dan gangguan lainnya adalah sulitnya melakukan kegiatan adaptif seperti memakai baju sendiri, mandi sendiri, dan sebagainya. Mental retardasi terbagi berdasarkan tingkat keparahannya, dari yang paling parah hingga yang tidak terlalu parah yakni, MR profound, severe, moderate, dan mild. IQ di bawah 70 sudah termasuk mentl retardasi ringan atau Mild.

Senin, 17 September 2012

Hari ini, kami melakukan kunjungan ke SLB Wimar Asih yang terletak di pejaten, Jakarta Selatan.  Kami telah mendapatkan izin untuk melakukan observasi di SLB C Wimar Asih. Selagi kami menunggu pihak sekolah yang akan mengantar kami berkeliling, kami megobrol sebentar dengan dua anak yang sedang lowong.  Sebelumnya, kedua teman kami telah survey ke tempat ini dan berkata bahwa disini welcome sekali, dan ternyata benar. Baik dari pihak sekolah hingga anak-anaknya, ramah. Aku sendiri tak meyangka hal ini.

"Halo kakak!" Salah satu anak tak dikenal menghampiri kami. Ia langsung bersalaman dengan kami. Saat itu jam istriahat sekolah. Anak ini perempuan, ia merupakan penderita down syndrome. Penyakit kekurangan satu kromosom X ini memang dapat menyebabkan retardasi mental. Aku kira, anak-anak ini akan susah sekali diajak berinteraksi. Aku bahkan sempat takut jika ada anak yang mengamuk. Iya, anak psikologi macam apa aku yang takut sama anak-anak disable. Tapi hari ini mengubah persepsi ku. Anak ini malah mudah sekali terbuka dan bercerita mengenai sekolahnya di sini, meskipun cara bicaranya tidak senormal anak biasa, dan wajahnya juga unik, seperti penderita down syndrome lainya. Saya mendapatkan bahwa, pada anak mental retardasi ringan, kebanyakan mereka tidak memiliki kekurangan dalam ineraksi sosial, malah menurut saya di dalam hal itulah kelebihan mereka. 

Di sekolah ini, memang mungkin pelajaran akademis tetap berjalan, meskipun anak-anak ini memang mengalami kesulitan dalam hal tersebut. Namun, anak-anak ini juga diberi pengayaan keterampilan di luar akademis, seperti belajar perilaku adaptif, belajar kesenian, tari, karya tangan, musik, outbound, dan sebagainya. Bahkan mereka menjual hasil karya tangan anak-anak. Anak-anak di sekolah ini juga sering juara tari dan drumband, tentunya yang disandingkan dengan sekolah SLB juga.

Mereka juga memiliki cita-cita. Banyak dari mereka yang menyatakan bahwa mereka ingin kuliah. Pada anak-anak yang sedang menari atau bermain drumband, mereka berkata ingin menjadi penari atau pemain musi terkenal. Mereka lebh dilatih untuk megembangkan kemampuan hardskill seperti menjahit, merajut, membuat karya flanel dan tanah liat. Tujuannya, agar mereka nantinya bisa menghidupi diri sendiri melalui keterampilannya. 

Orangtua mereka pada awalnya memang kecewa dan sedih, bahkan marah pada Tuhan mengapa memberikan anak keterbelakangan mental yang seperti ini. Mereka juga malu pada masyarakat disekitarnya karena kondisi anak mereka. Pada akhirnya, setelah kami mewawancara beberapa orangtua, mereka menyatakan sudah menerima anak mereka dan terus mendorong anak-anaknya agar bisa mandiri dan nantinya bisa hidup sendiri. Mereka punya harapan, anak-anak ini punya harapan :)

Mungkin bagi kita yang syukurnya tidak mengalami atau memiliki kerabat yang mengalami keterbelakangan mental perlu bersyukur, dan tidak memandang buruk pada penyandang keterbelakangan mental. Orang-orang seperti ini dan keluarganya butuh dukungan dan bantuan dari kita. Terimalah mereka di dalam masyarakat. Mereka itu sama-sama manusia kayak kita, sama-sama makan nasi. Hanya saja mereka spesial, unik, extraordinary :)


NB: Maaf ya gak nyantumin referensi. Males. Hehe.

Wednesday, September 19, 2012

Berharap Sebaliknya

Di saat semua orang mengharapkanmu
Aku malah berharap sebaliknya
Maafkan aku, kawan
Bukan bermaksud untuk menjadi lawan
Namun salahku yang belum memiliki kesiapan

Di saat kamu mengharapkannya
Aku malah berharap sebaliknya
Maafkan aku, kawan
Bukan bermaksud untuk berkhianat
Namun sejak awal ku memang tidak niat

Di saat kamu berharap kepadaku
Aku malah berharap sebaliknya
Maafkan aku, kawan
Bukan bermaksud untuk berbalik
Namun ku sadar ini bukan yang terbaik

Notes:
- ketiga bait ini ditujukan untuk kamu yang berbeda.
- jangan ge-er.

Song of the Day: OST Disney Mulan - A Girl Worth Fighting For
~ Maaf kalau Disney lagi... I.. just.. can't.. stop singing those songs..

Thursday, September 13, 2012

Rumput Tetangga

(source)
Aku memiliki halaman di depan rumahku.
Berbatas antara rumahku dengan pagar rumahku.
Memang tidak begitu luas, namun cukup untuk bisa menjadikannya halaman rumput.
Rumput di halamanku, menurutku sangat indah.
Begitu hijau, rapi, dan menawan.
Dan aku sangat menyayanginya.
Begitu sayangnya sehingga aku selalu merawatnya sedemikian rupa.
Aku menghabiskan waktuku di luar rumah untuk merawat rumputku.
Aku merasa bahagia, bahkan ketika semua tenagaku terkuras untuk merawatnya.
Hanya rumput, namun telah mempengaruhi sebagian besar hidupku.
Suatu saat, aku merasa perlu memberikan hal yang lebih baik untuk rumputku.
Aku akan membeli pupuk di toko yang berada di ujung jalan.
Akupun keluar melewati pagar rumahku dan berjalan kaki.
Saat di tengah jalan, aku menengok melalui pagar rumah tetanggaku.
Langkahku terhenti, dan terpaku memandangnya.
Aku sedang melihat ke halaman rumputnya.
Begitu luas, cantik, hijau, dan menarik.
Begitu banyak hal yang lebih daripada halaman rumputku.
Aku melihat tetangga-tetangga lain berdatangan ke rumahnya.
Memujinya, dan mengagumi rumputnya.
Tiba-tiba aku merasa sedih.
Mengapa rumputku tidak seperti itu?
Mengapa orang lain tidak menganggap rumputku seperti itu?
Mengapa aku tidak bisa membuat rumputku seperti itu?
Akupun berfikir untuk kembali saja ke rumahku dan tidak jadi membeli pupuk.
Aku merasa rumputku tidak akan bisa seindah rumput tetangga itu.
Saat ingin kembali, tiba-tiba aku teringat perkataan orang.
Bahwa rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput sendiri.
Ya, memang, aku melihatnya, namun aku jadi berfikir.
Apakah akar dari rumput tetangga itu lebih kuat daripada rumputku?
Apakah air yang mengalir di setiap selnya lebih jernih dari air yang kusiramkan setiap hari?
Apakah tanah tempat ia berdiri lebih subur daripada tanahku?
Aku tidak akan pernah tahu.
Kecuali hingga aku berani mencabut dan merusak rumput tetangga itu sampai aku mengetahuinya.
Tapi aku lebih memilih untuk merawat rumputku dengan caraku sendiri.
Akupun kembali berjalan untuk membeli pupuk.
Aku pulang dan memberi pupuk tersebut pada rumputku.
Kemudian aku meninggalkannya, namun senantiasa berdoa untuknya.
Keesokan harinya, aku keluar dari rumahku.
Dan aku melihat halaman rumput yang terindah yang pernah ada.
Maaf rumput, aku pernah meragukanmu untuk menjadi apa yang aku inginkan.
Maafkan aku karena sudah menuntut untuk menjadi apa yang aku inginkan
Nyatanya sejak awal, kamu sudah menjadi apa yang aku inginkan.
:)

Notes:
- Sebuah refleksi diri ketika sedang melihat rumput tetangga yang, itu, yang memang hijaunya berlebihan
- Engga, saya ga punya halaman rumput. Engga, rumput ga perlu pupuk. :") 

Song of the Day: OST Disney Little Mermaid - Part of That World

Maaf karena dua post belakangan ini referensi lagunya Disney melulu, karena emang akhir-akhir ini lagi suka mendengarkan playlist lagu Disney. Dan ternyata, lagu-lagu itu bisa dikaitkan dengan perasaan-perasaan yang sedang di alami akhir-akhir ini. *tsah* *enggak, gak galau*

Sunday, September 9, 2012

Hari Ini Saya...

... merasa bukan menjadi diri saya saat terbangun di pagi hari, namun juga merasa seutuhnya adalah diri saya.

... (akhirnya) keluar dari zona aman setelah 6 tahun terakhir.

... pertama kalinya pergi dan pulang naik KRL sendiri. Maafin aku ya pah, mah..

... pertama kalinya naik bajaj berwarna biru, dan sendiri.

... pertama kalinya ke UI Salemba, dan sendiri.

... merasa menjadi orang asing sekaligus orang yang sangat dikenal.

... bertemu teman lama, teman baru, dan juga teman lama yang baru kenalan.

... berbohong (lagi) kepada orang asing mengenai identitas diri (yang dia tanyakan) setelah 3 tahun terakhir.

... memenuhi janji yang tidak ditepati oleh pihak yang lainnya.

... memaksa tubuh bertahan hingga larut malam demi tugas-tugas yang terbengkalai dan menumpuk.

... menyelesaikan 2 tugas essay berbeda yang telah memancing saya untuk mencurahkan perasaan saya.

... berhasil menyelesaikan hasil prokrastinasi minggu pertama kuliah semester 3.

... mengalami kegalauan maksimal pada awal hari, namun kelegaan maksimal di akhir hari. 

... lupa bahwa hari ini tanggal 9/9. Jika saya masih melanjutkan apa yang telah saya tinggalkan, mungkin saja hari ini akan berbeda, bisa lebih baik, atau mungkin lebih buruk.

... merasa senang, sedih, marah, kecewa, cemas, menyesal dan bersyukur sekaligus, yang memicu air mata ini untuk keluar. Atau mungkin hanya reaksi dari siklus bulanan yang menyiksa ini.

... mengalami kegagalan sekaligus keberhasilan.

... mulai menaruh harapan, tanpa ketakutan untuk kecewa.

... memastikan diri bahwa apa yang saya harapkan, tercapai atau tidak, akan saya terima, karena ujian sesungguhnya adalah menjalani hari ini yang ternyata penuh dengan tantangan.

... meminta maaf karena post ini teramat random, tidak terstruktur, lebay, dan terselubung.


--- My favorite disney soundtrack from my favorite disney movie :)

Friday, June 1, 2012

Right in the Childhood: The Story of Cardcaptor Sakura

Hai, kalian waktu kecil pasti suka nonton Tv kan? Saya suka bangeet. Apalagi buat 90's kids nih, pasti suka nonton film2 kartun yang di tayangkan di suatu stasiun TV setiap hari Minggu dan berturut-turut dari jam 6 pagi sampai siang. Apa dong kartun favorit kalian? Boleh loh kalo mau di share hehe :)

By the way, kartun favorit saya waktu kecil adalah Cardcaptor Sakura. Sakura Kinomoto, nama panjangnya, adalah gadis kecil kelas 4 SD, yang secara tidak sengaja membuka buku ajaib berisi kartu-kartu milik Clow Reed, seorang penyihir hebat jaman dahulu. Kartu-kartu Clow (Clow Cards) tersebut terbebas dari dalam buku, dan Sakura pun diberi kekuatan oleh penjaga buku tersebut -- yang bernama Keroberos (yang bentuk duniawinya seperti boneka beruang kecil yang bisa terbang) -- untuk menangkap kartu-kartu tersebut, karena jika kartu-kartu itu terlepas, maka akan menyebabkan kerusakan di bumi. Sakura diberikan tongkat untuk menangkap dan memanggil wujud asli dari kartu-kartu tersebut. Nah, petualangan menangkap kartu inilah yang menjadi inti dari cerita Sakura. Bersama dengan teman-teman baiknya, dan saingannya, yang lama kelamaan akan menjadi pacarnya (hihi), ia pun berusaha menangkap semua kartu tersebut.

Yah, mungkin bagi beberapa orang cerita ini tidak begitu menarik. Tapi saya emang orangnya seneng banget sama cerita cerita fantasi super power kayak beginian hehe. Dan karena waktu itu saya masih SD, dan karakter Sakuranya juga masih SD, mirip pula namanya (Sakura - Syakira) *maksa*, jadi makin suka banget berimajinasinya. Punya super power, dan punya kisah cinta yang unyu hihi apalagi karakternya ada yang ganteng-ganteng #salahfokus *ckck masih SD padahal*

Nah, baru-baru ini, di tengah liburan panjang pergantian semester, saya sedang merenungkan masa kecil *halah*. Lalu, saya teringat kembali dengan serial anime ini. Namun, kok saya ga bisa inget ya gimana endingnya anime ini. Entah lupa atau memang belum pernah nonton bagian akhirnya. Akhirnya, saya pun mengunduh satu persatu episodenya di salah satu situs yang memiliki koleksi kartun dan anime segudang dari A-Z hehe. Dan kyaa, memang seru sekali petualangannya, apalagi suka lucu kalo ngeliat ekspresi kartuniawi (?) anak-anak ini yang masih polos dan malu-malu hihi. Namun, di tengah perjalanan panjang, akhirnya saya menyadari kalo total episode anime ini adalah 70 episode, haaff.

Serial ini dibagi menjadi 2 volume. Volume satu adalah sejak Sakura membuka buku Clow Reed, hingga menghadapi Final Judgement yang menentukan apakah Sakura mampu  menjadi Master of the  Card yang baru. Volume kedua adalah sejak Sakura memenangkan final judgement, hingga ia mampu mengubah semua Clow Card menjadi Sakura Card dan menjadi Master of the Card yang sesungguhnya. Ternyata, waktu kecil saya hanya menonton hingga final judgement dan beberapa episode setelahnya di volume dua, dimana tongkat Sakura sudah berubah dari yang ujungnya berbentuk paruh burung, menjadi yang ujungnya berbentuk bintang. Jadi, sebagian besar volume dua dan termasuk akhir ceritanya saya belum menonton huhu.

Nah, saat menonton serial ini, saya sedikit menyadari bahwa ada tanda-tanda hubungan yang tidak wajar dari karakter-karakter di dalamnya. Saya mencurgai adanya rasa suka antara karakter pria alias gay, dan sesama  karakter perempuan, alias Lesbian. Akhirnya, karena memang saya tidak sanggup mengunduh ketujuhpuluh episodenya namun masih sangat penasaran, saya memutuskan untuk mengunduh hanya beberapa episode yang saya kira bagus, dengan referensi plot per episode dari wikipedia, dan menguduh serta membaca seluruh volume manga/komiknya. Saya bukan penggemar manga memang, karena saya sejujurnya tidak begitu suka membaca komik karena tampilannya yang hitam putih dan sudah ada gambarnya sehingga sedikit membatasi imajinasi saya. Dan terkadang saya memang suka bingung sama cara bacanya yang dari kanan ke kiri, dan sedikit sulit memahami visualisasi gambarnya yang setengah-setengah gitu hehe. Tapi, kadang-kadang kalo saya penasaran, atau emang suka, saya gak begitu keberatan membaca komiknya, karena ingin membandingkan dengan animenya, contohnya seperti serial Detective Conan, Death Note, One Piece, Naruto, dan lain-lain. Tentu saya bacanya cuma longkap-longkap, karena emang komik-komik itu jumlahnya ratusan (>,<). (kecuali Death Note, karena serial ini tidak begitu banyak, dan saya sangat suka jalan ceritanya hehe).
Dari atas ke bawah (dengan orientasi kiri ke kanan): Sonomi Daidouji - Kaho Mizuki - Ruby Moon - Fujitaka Kinomoto - Toya Kinomoto - Takashi Yamazaki - Chiharu Mihara - Naoko Yanagisawa - Rika Sasaki - Yukito Tsukishiro - Sakura Kinomoto - Tomoyo Daidouji - Mei Lin - Li Shaoran - Keroberos - Eriol Hiiragizawa
Setelah saya membaca manga Sakura, saya jadi histeris sendiri. Karena, ceritanya unyu banget hihi. Ya, mungkin banyak yang bilang 'biasa saja' karena memang ceritanya hanya sebatas menangkap kartu, menang, musuh-musuhan, trus suka-sukaan deh. Tapi, saya emang udah ngefans duluan sih sama ide dan jalan ceritanya hehe. Nah, yang bikin shock adalah, dugaan mengenai hubungan antar karakter yang abnormal yg saya sebut di atas ternyata tergambar jelas di sini, bahkan semakin banyak dan rumit. Ternyata, didalamnya memang ada hubungan-hubungan seperti Gay (sesama pria), Lesbian (sesama perempuan), Incest (sesama saudara sedarah) dan Pedofilia (hubungan orang dewasa dengan anak yang jauh di bawah umur). Begini sedikit detailnya:

Tomoyo (teman baik Sakura) menyukai Sakura --> Lesbian, dan juga Incest, karena ternyata ibu mereka sepupuan
Toya (kakak laki-laki Sakura) saling menyukai dengan Yukito (teman satu sekolahnya yang merupakan sahabatnya) --> Gay
Li Shaoran (saingan, dan yang nantinya akan menjadi pacar sakura) tadinya suka sama Yukito --> Gay
Pak Terada (guru di sekolah sakura) menyukai Rika, (salah satu teman sakura) bahkan mereka semacam engaged gituh --> Pedofil
Kaho Mizuki (guru pengganti di SDnya Sakura yang membantu petualangan sakura) saling menyukai dengan Eriol (teman pindahan Sakura yang merupakan salah satu wujud duniawi dari Clow Reed) --> Pedofil
Oiya, ada juga yang menunjukkan disorientasi gender. Tokohnya Ruby Moon (guardiannya Eriol), yang karakternya digambarkan sebagai seorang perempuan (yang ceritanya juga anak pindahan di SMA yg sama dengan Toya, dan menyukai Toya si kakak Sakura itu). Memang di anime dan di wikipedia tidak dipermasalahkan, namun di manga, guardiannya Eriol yang lain (Spinel Sun) mempermasalahkan kenapa si Ruby ini selalu memakai pakaian wanita. Dan si Ruby menjawab "karena aku suka". Nah, ini nih, yang saya curigai kalo dia itu, bahasa kasarnya, bencong -,-

Di dalam komiknya, hubungan-hubungannya seperti itu lebih rumit, dan masih ada beberapa contoh lagi, tapi akan lumayan panjang jika dijelaskan karena memang cukup sulit menjelaskannya. Akan cukup membingungkan juga jika dibandingkan dengan animenya, karena bahkan ada karakter yang ada di anime tapi tidak ada di komiknya. Tentu, seperti beribu tontonan televisi lainnya yang di angkat dari sebuah karya tulis, pasti ada perbedaan-perbedaan baik jauh maupun tidak antara karya tulis aslinya dengan filmnya. Di sini, serial Sakura yang kita tonton di Tv memang lumayan berbeda dengan cerita di manga. Namun, di manga aslinya, hubungan-hubungan abnormal yang saya sebutkan di atas tersebut secara jelas ditunjukkan (bahkan ada yg diperjelas di notes dari penerjemahnya). Setelah saya mencari-cari di wikipedia, ternyata memang benar, bahwa di animenya, hubungan-hubungan seperti itu memang sengaja tidak diikutsertakan. Misalnya, rasa suka sesama jenisnya itu dalam anime digambarkan sebagai suka sebagai sahabat, melainkan suka beneran.

Yah, namanya juga tontonan anak kecil. Namun yang saya bingungkan, komiknya tersebut kan juga di jual untuk segala umur, dan segala belahan dunia, bahkan saya dulu punya 2 diantaranya. Untung cuma dua karena memang saya tidak suka membeli komik (bahkan salah satunya adalah kado dari temen hehe). Tapi bayangkan jika saya mempunyai seluruh koleksi komiknya dan mendapati hubungan-hubungan tersebut sebelum umur yang tepat. Kalo sekarang sih ga apa-apa karena saya toh sudah 18 tahun, dan kuliah di jurusan Psikologi yang memang studinya ada yang mencakup kelainan-kelainan tersebut. Tapi dulu, gimana dengan anak-anak kecil yang lain? Yang di Indonesia? Yang di luar negeri? Yang di Jepang sendiri? Hah, memang saya terlalu sering melontarkan pertanyaan "What if?" seperti itu sehingga saya suka galau sendirian. Akhirnya sih bersyukur aja karena waktu kecil ga terpengaruh sama hal-hal begituan, buktinya saya normal kok, terakhir saya cek sih saya masih perempuan dan sadar betul akan status dan perannya. Saya juga masih menyukai lawan jenis, yang tidak sedarah, dan tidak jauh umurnya, hehe.

Sesuai judul postingan ini, saya sempat merasakan momen yang biasa disebut di situs 9gag.com sebagai "Right in the Childhood moment", karena memang merasa 'dirusak' masa kecilnya. Tapi, saya tetap membanggakan serial Sakura ini sebagai kartun masa kecil favorit saya. Kalo mau tahu lebih lanjut soal cerita dan karakternya, ada nih di wikipedia. Di sini tentang karakternya. Dan di sini tentang plot per episodenya. Kalo soal asal-muasalnya, saya kurang tahu kebenaranya, tapi kalau soal karakter dan ceritanya, saya menganggap link di atas benar karena saya sudah membaca dan menonton ceritanya hehe.

Sesuai dengan awal cerita saya ini kalau saya penasaran, dan ternyata memang tidak pernah menonton endingnya, akhirnya saya sudah tahu sekarang :"). Sakura sudah menjadi Master of the Cards yang baru. Dia dan Li Shaoran juga akhirnya sama-sama mengungkapkan rasa cintanya. Namun, Li Shaoran harus kembali ke Hongkong, Cina, untuk melanjutkan formalitasnya di sekolah di Cina, karena memang awalnya dia pindah ke Jepang karena merasakan bahwa Clow Cardsnya tersebar dan harus mengumpulkannya. Akhirnya ketika mereka sudah remaja dan bersekolah di tingkat highschool, Shaoran pun kembali lagi ke Jepang, bertemu Sakura, dan menetap di sana. And hopefully, they live happily ever after :"D

The End of Sakura Manga
Kyaaa.. :"D

Mungkin agak OOT dan jadul lagunya, tapi ini lagunya lumayan cocok dengan anime ini, khusunya setiap bagian ketika Sakura bertemu Yukito yang ganteng itu. Feels like meeting angel, and he actually is. :")

Friday, May 25, 2012

Hobi Mahal

Akhir2 ini, entah kenapa saya sering mendengar atau membaca kata2 "Hobi Mahal". Hobi adalah suatu kegiatan yang disukai oleh seseorang yang memiliki kecenderungan untuk dilakukan secara rutin. Mahal adalah sifat dimana harga beli lebih besar daripada budget. Jadi, tau kan hobi-hobi apa saja yang mahal itu, seperti golf, fotografi, wisata kuliner, diving, dan lainnya yang memakan biaya banyak untuk membeli peralatan atau menyewa tempatnya.

Nah, saya juga punya hobi mahal loh. Hobi saya hanya bermodal satu yaitu, kesehatan. Ya, kesehatan itu mahal. Sering kita melupakan gift dari Allah yang satu ini karena terlena dengan pekerjaan di dunia. Dan ketika pekerjaan kita terhambat karena ditariknya gift ini selama sementara, baru kita akan berteriak memohon kepadaNya. Jangan sering lupa bersyukur kepadaNya ya kawan :)

By the way, hobi saya itu adalah menyanyi. Menyanyi itu bisa dibilang, kebutuhan saya. Kalau saya ga nyanyi sehari aja, saya suka merasa agak sesak napas dan guling2an di kasur *itumah kebiasaan lebay*. Suara saya, yaa ga bagus-bagus amat, kalo bagus mah, saya udah jadi orang kaya sekarang, udah jadi penyanyi dan punya lagu, hehe. Kadang kasian juga sih sama orang-orang di rumah dan tetangga yang terpaksa dengerin saya nyanyi, tapi mau apa lagi, saya suka! :D

Bagi beberapa orang, mungkin menyanyi itu hal yang kecil, like everyone can do it. True, tapi menyanyi itu bukan sekadar mengeluarkan suara bernada loh. Menyanyi itu juga butuh usaha, imajinasi, ketelitian, dan juga tenaga. Oleh karena itu, menyanyi bisa juga di bandingkan dengan olahraga loh karena bisa membakar kalori. Menyanyi juga punya banyak manfaat. Selain bisa menambah kepercayaan diri, meningkatkan kebersamaan, dan melepaskan hormon endorfin yang membuat kita merasakan bahagia, banyak juga manfaat untuk kesehatan. Buat yang belum tahu, ada artikel yang saya temukan di google, coba klik 10 Manfaat Bernyanyi Bagi Kesehatan yang Mungkin Belum Anda Ketahui.

Jadi, kenapa sih ngepost tentang ini?

Semua berawal ketika negara api menyerang #eh #salahfokus. Semua berawal ketika saya, adik saya dan mamah pergi untuk refreshing ke salah satu tempat karaoke di salah satu mall di Jakarta pada hari Sabtu. Disana, saya bisa melepaskan segala kepenatan yg telah saya rasakan selama ini *tsaah*. Setelah dirumah, saya merasakan perih yang teramat sangat dibagian tenggorokan, semacam ada batu pengganjal di tenggorokan yang membuat saya susah tidur dan bahkan sakit banget menelan air putih. Besoknya, saya demam dan mulai merasakan sakit tenggorokan, hasilnya, saya bolos kuliah pada hari Seninnya karena sakit.

Sungguh, rasanya sedih sekali, untuk bicara aja suaranya ga keluar, apalagi nyanyi. Sudah pusing, demam, cuma bisa tidur di kasur, susah ngomong pula. Menyesal juga sih, padahal saya ini orang yang mudah sakit, tapi tetap saja saya masih suka lalai dalam menjaga kesehatan. Sering capek, pulang malem, tapi ga dibarengi dengan makan teratur dan olahraga. Memang alhamdulillah penyakitnya ga heboh-heboh amat, cuma berkisar, demam, pilek, dan batuk. Tapi hal ini cukup berdampak besar bagi aktivitas saya.

Contohnya, saat masa sakit itu, teman saya, Bella, berulang tahun. Dan karena jarak dan waktu yang memisahkan kita, maka teman saya yang lainnya, Qintha, mengusulkan untuk membuat video ulang tahun untuk Bella. I'm so excited. Lalu, saat saya mulai merecord videonya, saya lupa kalo saya lagi ga punya suara. Sedih. Ya. Sedih aja gak bisa maksimal, padahal rencananya saya mau menyanyikan lagu happy birthday dalam video itu. Akhirnya, saya hanya membuat tulisan-tulisan ucapan dalam kertas, dan merekamnya.

Semester ini, saya mengambil mata kuliah wajib UI yaitu MPK Seni dan Olahraga, dan pilihan saya adalah seni musik dan vokal. Untuk Ujian Akhir MPKS ini, mahasiswa boleh memilih untuk ujian tertulis atau performance. Tentu saja semua memilih performance. Dan tentu saja saya ingin menyanyi, karena saya memang tidak pandai bermain musik. Namun, saya mulai khawatir dengan suara saya yang tak kunjung keluar dengan sempurna ini. Saya pun segera ke dokter di dekat rumah saya dan akhirnya diberi obat, cukup banyak.

Setelah satu minggu dan H-seminggu UAS MPKS, obatnya sudah habis, namun saya tak kunjung sembuh. Masih sulit untuk mengeluarkan suara. Maka, saya ke dokter yang lebih bagus di tempat yang lebih bagus pula. Kemudian yang saya ketahui, ternyata separah itu batuk yang saya alami, mainannya udah paru-paru, bukan tenggorokan lagi. Penyebabnya adalah karena kemalasan saya untuk memakai jaket dan masker saat sedang naik motor (ngojek). Segala polusi dan debu itu masuk semua ke paru-paru, yuck. Untungnya sih ga harus di apa2in dan cuma harus minum obat. Tapi tentunya, dari sana obatnya lebih banyak dan lebih mahal. Yak, disitulah yang saya sebut bahwa hobi saya ini mahal, hehe.

Jadi, sebenernya post ini cuma mau menceritakan aja sih, kalau saya sadar (untuk kesekian kalinya) ternyata sebesar itu dampaknya kalo kita menyepelekan hal kecil, khususnya dalam konteks kesehatan. Intinya, jangan lupa bersyukur ya kawan. Kita gak tau berapa lama kita dipinjamkan kesehatan itu oleh Allah swt. Sebenernya, semua hobi pun gak bisa dijalani kalau kita ga sehat, hehe. Maaf ya kalau post ini sedikit lebay, karena saya memang jatuh cinta sama yang namanya menyanyi. Ya. Segitunya, hehe :)

Alhamdulillah, akhirnya saya sudah sembuh sekarang. UAS MPKSnya? Lancar jaya dengan nilai yang sangat memuaskan, makasih ya teman-teman Laskar Pelangi! (karena kami menyanyikan lagu Laskar Pelangi dari Nidji, hehe). Terima kasih Doglas, Diella, Mazmur, Vonny, Syifa, Ogi, David, Diar, Bella, Dwi. Senang rasanya bernyanyi bersama. Sudah lama saya tidak melakukan itu, terakhir kali bernyanyi bersama, yaitu dengan teman-teman GV 34. Ah, kenangan kembali berkumpul ke pikiran. Bangga rasanya telah menghabiskan tiga tahun terbaik saya bersama paduan suara Grazia Vocalista SMA 34. Terima kasih teman-teman, atas pengalaman dan pelajaraannya selama 3 tahun itu. :")

Song of The Day: Mandy Moore - Only Hope (Soundtrack a Walk to Remember)

One of my favorite song! Ceritanya, saat bolos sakit, saya nonton A Walk to Remember lagi. Saat mau UAS MPKS, rencananya mau menampilkan solo pake lagu ini, tapi gak jadi. Saat sepupu nginep di rumah, nonton A Walk to Remember juga (lagi). Jadinya lagu ini terngiang-ngiang terus untuk beberapa lama hehe. Tapi, saya masih suka banget bagian Mandy Moore menyanyikan lagu ini di filmnya, bikin deg-degan, dan meskipun agak awkward, it's beautiful! Check it out :D

Monday, February 6, 2012

New Year Lessons

Assalamu'alaikum :)
Saya harap semua baik2 saja ya..

Pertama-tama saya mau mengucapkan selamat tahun baru 2012! (telat banget)
Semoga tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya..
Gimana nih liburannya? Seru? Biasa aja? Belum libur? Oh kasihan, mangaat ya kakaa hehe.

Apa sih makna tahun baru untuk kalian? Kalo untuk saya, tahun baru berarti berubah. Berubah dari yang lama menjadi baru, dalam arti sebuah perubahan untuk menjadi lebih baik. Merugilah orang-orang yang berubah menjadi lebih buruk.
Semakin dewasa (atau semakin tua ya) makin banyak hal-hal yang saya sesali di awal tahun jika teringat tahun lalu. Mungkin karena semakin tua kita semakin tau mana yang benar mana yang salah dan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak. Misalnya, waktu kecil saya pernah ketiduran saat ingin menyambut tahun baru sehingga saya melewatkan pertunjukan kembang api. Tahun depannya, saya menyesal kenapa tahun lalu saya ketiduran, dan saat tahun baru pun saya berusaha begadang untuk melihat kembang api. Tahun depannya, saya menyesal mengapa saya hanya melihat kembang api dan tidak bermain kembang apinya sendiri, maka tahun barunya saya begadang dan membeli kembang api untuk dimainkan. Sampai mulai dewasa, saya menyesal mengapa dulu saya membeli banyak kembang api, mengapa uangnya tidak dipakai untuk membeli makanan untuk dipanggang ramai-ramai dengan keluarga, lalu saya pun melakukannya. Sampai akhirnya saya menyesali,mengapa di tahun-tahun lalu, sebelum tengah malam saya tidur, lalu bangun saat tahun baru, dan melakukan ibadah malam, daripada "membakar-bakar uang".
Intinya, semakin kita tumbuh pasti kita berubah kan? Dan sebagai manusia pasti kita belajar dari kesalahan, dan dari kesalahan itu kita bisa berubah menjadi lebih baik. (sebenernya ga ngerti apa yang mau dijelaskan daritadi hehe)

Okay sekarang fokus kembali, hehe..
Ga terasa satu semester menjadi mahasiswa sudah dilewati. Banyak banget pengalaman baru yang seru dan tak terduga yang telah saya alami di kampus (kalo diceritain panjang banget hehe). Intinya, saya cukup banyak mempelajari hal-hal yang baru dan juga hal yang terlupakan yang patut direnungkan kembali. Oiya, baru pertama kali ini saya ngalamin libur pergantian semester yang panjaaang banget. Hampir 3 bulan, dan bayangkan betapa saya semakin cepat menjadi fosil jika saya ga punya kegiatan sama sekali. Nah karena libur yang lama ini sebagian besar saya habiskan dirumah, saya suka merenung-merenung bengong-bengong gajelas sendiri yang ujung-ujungnya menyimpulkan suatu filosofi-filosofi kehidupan, haha. Anehnya, malah di awal tahun 2012 ini, saya banyak mengalami hal-hal yang membuat saya berpikir kembali mengenai pelajaran yang bisa di ambil dari setiap kejadian dalam hidup (ceilah). Walaupun kesannya biasa banget, tapi ini jadi penting banget bagi saya buat dilakukan dan direnungkan kembali. Mungkin buat anda2 semua juga, hehe. Berikut saya rangkum beberapa pelajaran yang dapat diambil di beberapa kejadian yang saya alami di awal tahun ini:

1. Bersyukur
Saya bersyukur diberi nama Syakira, yang artinya syukur, yang tujuannya agar bisa selalu ingat untuk bersyukur (hayo bingung). Menurut saya, bersyukur merupakan hal paling penting bagi seseorang agar bisa bahagia hidupnya. Kalo kata quote random: "Kita bahagia karena bersyukur, bukan bersyukur karena bahagia." Orang yang ga bersyukur hidupnya akan ga tenang, selalu merasa tidak puas dan tidak sempurna. Padahal kesempurnaan hanya milik Allah swt. Ini yang saya sering lupakan akibat sifat perfeksionis saya. Saya selalu merasa tidak puas bahkan untuk hal sepele, tetapi dengan bersyukur perasaan itu akan hilang sendiri, karena dengan bersyukur, berarti kita menerima apa adanya. Percaya deh, bahagia banget rasanya kalo bersyukur :)
Bersyukur jugalah kita masih bisa hidup di tahun 2012 ini. Alhamdulillah, 5 Januari kemarin saya genap 18 tahun. Bersyukur kita hidup di bumi ini. Bersyukur masih ada orang-orang yang sayang sama kita, dan bersyukur ada orang-orang yang bersyukur karena kita masih ada. (hayolo bingung). Intinya bersyukur yaa :)

2. Belajar dari kesalahan
Sesuai quote: experience is the best teacher. Semakin tua, semakin dewasa, tentunya semakin banyak yang telah dilalui. Malu, apabila semakin bertambahnya usia, kualitas hidup dan diri kita tetap segitu saja. Perlu ada perbaikan diri, perbaikan pencapaian yang signifikan dalam diri kita. Tidak perlu terburu-buru, pelan-pelan saja, nikmati perjalanan hidup. Bebuat salah? Itu wajar. Kesalahan itu bahkan bisa menjadi pembelajaran yang paling baik untuk kita. Jadi, jangan takut mencoba hal baru dan berbuat salah ya? Live up your life!
3. You can't always get what you want
Yap, kehidupan ini penuh dengan turunan dan tanjakan. Tidak bisa kamu mendapatkan semua apa yang kamu mau. Terkadang kamu harus menghadapi kegagalan dan kekecewaan. Walaupun begitu, jangan membuatmu berpikir untuk menyerah, tetap lakukan yang terbaik untuk apa yang ingin kamu capai. Walaupun kamu nanti gagal mendapatkanya, pada akhirnya kamu akan bersyukur dari proses yang telah kamu lalui, akan adabanyak pelajaran yang telah kamu dapatkan selama proses tersebut. Eits, aku nyebut apa tadi? Iya, kembali lagi ke poin bersyukur :) 

Popular Posts