Wednesday, October 12, 2016

Agar Tiada Hutang di Antara Kita

Hi bloggers, apa kabar? 

Sudah lama aku terpikirkan mengenai hal ini. Mengenai hutang. Jadi, aku merasa (atau kamu ngerasa juga mungkin?), sekarang sudah tinggal segelintir orang yang bisa dipercaya untuk kita pinjamkan uang/barang. Bukannya aku ga mampu/ pelit, tetapi kebanyakan orang sekarang tidak berpikir untuk segera mengembalikan apa yang ia pinjam kepada kita. Aku sudah sering kali mengalami kejadian ini, mulai dari kehilangan baju, buku, hingga uang karena meminjamkan kepada orang yang bilangnya 'membutuhkan'. Meskipun patut aku syukuri juga aku belum pernah terjerat kasus kehilangan uang berjuta-juta karena penipuan hutang (amit-amit ya Allah), tapi kejadian-kejadian hutang kecil pun banyak merugikan aku.

Normalnya, orang yang berhuntang/meminjam itulah yang bertanggung jawab untuk mengembalikan barang yang dipinjamnya. Seharusnya ia yang aktif untuk mengembalikan barang pinjaman tersebut. Tapi entah kenapa orang-orang jaman sekarang seperti tidak ada rasa bersalah sama sekali ketika sedang berhutang kepada orang lain. Santai banget. Malah, orang yang meminjamkan yang seringkali mengingatkan hutangnya untuk dibayar. Mungkin kalau barangnya memang jarang dipakai sama pemiliknya ya bisa dimaklumi. Tapi kalau pemiliknya sering menggunakannya, kan jadi repot. Apalagi masalah uang. Haduh. 

Sedihnya, terkadang hal ini dilakukan oleh teman-teman kita sendiri. Apalagi yang sudah merasa dekat dengan kita, jadi malah lebih santai. Padahal yang tadinya aku percaya sama dia, malah jadi ga enakan gara-gara ada hutang itu. Bahkan aku pernah bela-belain ke ATM (jaman ATM masih jauh dari rumah) buat transfer ke seorang teman yang katanya butuh urgent, eh hampir setahun dia gak balik-balikin. Padahal jumlah uangnya itu gak sedikit lho, meski akhirnya dia kembalikan juga setelah aku berkali-kali hubungi dia (yang seringkali di ignore). Sedih rasanya. Bener deh, sekarang gak sedikit orang yang seperti itu. Jangan heran kalau nanti suatu saat ada yang mau berhutang dengan aku, aku mikir-mikir dulu ya, walaupun aku sangat percaya sama orang itu. Sumpah, bukan karena pelit, kalau aku mampu sih aku berikan. Tapi karena sudah banyak hal yang merugikan aku karena hutang-hutang itu, jadi berfikir dua kali dan terkadang aku tolak jika tidak begitu urgent.

Padahal yah, untuk aku pribadi, aku itu sensitif banget sama yang namanya berhutang-piutang. Aku akan selalu punya catatan lengkap, aku berhutang apa/berapa kepada siapa. Meskipun hanya 500 rupiah! Bahkan walaupun aku jarang ketemu dengan orang yang aku pinjam barang/uangnya, eventually aku akan tetap bayar hutang kecil itu meski dia sudah lupa, itupun gak bakal sampai berbulan-bulan. Karena aku sendiri takut, kalau tiba-tiba aku mati di jalan dan belum bayar hutang. Minimal catatanku bisa dibuka oleh keluargaku dan keluargaku bisa bayar hutangnya. Lah kalo gak dibayar-bayar nanti aku yang masuk neraka :(

Tapi, kenapa yah orang-orang rasanya tidak melakukan hal yang sama kepada aku. Misalnya punya hutang uang/meminjam barang, tapi udah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun juga gak ada omongan untuk mengembalikan barang. Awalnya aku merasa hal itu fine-fine aja, pada akhirnya aku mengikhlaskan barang/uang yang aku pinjamkan tersebut. Lagipula, kalau aku tagih dan sudah lama juga nanti aku dikira pelit dan perhitungan toh? Tapi, suatu saat aku juga merasa rugi banyak. Awalnya mungkin aku hanya lebih menitikberatkan pada hutang uang. Mulai saat itu aku mulai membuat catatan barang/uang apa yang dipinjam oleh siapa. Terkesan pelit yah? 

Setelah kupikir-pikir, gak apa-apa lah. Toh itu barang/uang ku, hak aku. Justru aku bantuin orang-orang toh biar mereka gak kena dosa berhutang? *lah kenapa aku gak ikhlasin aja?* Well, terkadang ikhlas itu gak gampang. Terkadang ucapan sudah berkata ikhlas, tapi di hati masih ada setitik ketidak ikhlasan, nanti masih ada dosa yang ditanggung oleh seseorang. Biar kata aku dianggap pelit/cerewet seperti debt collector, tapi agar tiada hutang diantara kita, aku rela 'ngurusin' hutang kamu dan aku. 

Buat yang merasa malu buat nagih hutang, jangan malu ya. Itu hak kamu kok. Kalau ada hutang, jangan segan untuk remind orang yang berhutang secara berkala (jangan ingetinnya pas udah berbulan-bulan). Kamu harus pinter-pinter berkata asertif sebagai 'debt collector'. Kasih aja alasan kalau kamu butuh segera (biasanya ini manjur). Jangan ragu buat agresif dan sedikit modal, misalnya langsung bilang "eh kemarin buku aku masih di kamu ya? Aku mau ambil lagi ya hari ini, aku udah pesan ojek onlinenya, nanti kamu kasih aja ya?" (mendingan bayar ojek online daripada kehilangan barang itu selamanya)

Buat yang suka ngutang, please banget kembalikan hutangnya sesegera mungkin. Manatahu orang yang memilikinya benar-benar butuh uang/barang tersebut namun segan untuk memintanya dari kamu. Kalau pelupa, catat saja hutangnya di HP / notes yang sering dibaca. Ingat, hutang itu akan tetap ada sampai di akhirat.

Buat kamu yang punya teman yang hutang sekecil apapun langsung dibayar, please keep that friend. You just need to be with that one friend in your whole life.

Keep honest and responsible! *wink

NB: jangan heran kalo habis aku posting ini banyak komen dari penyedia jasa kredit random. Haha

Friday, August 26, 2016

Just be Happy of Your Life

Dear all,

I just want to say that your life is precious.  You are unique and you don't have to please everyone.

If you feel tired, don't be a moaning whining jerk. Just lay to your favorite bed, listen to your favorite song, texting your favorite person, singing your favorite tunes, and you don't have to listen, all the black waves surround you that will only drown you. Then you made yourself a new spirit.

If you feel lonely, you don't have to force yourself going to party that makes you dizzy, or crowded Mall that makes you uncomfortable. Throw away your phone, take your unread novels, watch DVD, make a little karaoke in your room. Then you made yourself a friend.

If you feel worthless, you don't have to isolate and kill yourself. Just delete your social media, go to the nearest salon and have a massage and cream bath, buy new pair of shoes. Then you made yourself a pride.

You don't have to be anyone. You just have to be you. Do what you love and love what you do. And most importantly, love yourself.

Warmest,

Syakira

Thursday, August 25, 2016

Jangan Hidup Kayak Babi

Sebuah iklan di jalan yang saya lewati bertuliskan seperti ini:


"Jika Hidup Sekedar Hidup, Babi Di Hutan Juga Hidup"

Awalnya saya tertawa, karena iklan tersebut adalah iklan sebuah apartemen baru di dekat tempat saya tinggal. Tapi kemudian saya merenung, bahwa quotes ini ternyata bagus sekali maknanya. 

Do you really live your life??

(source)
Satu kata kunci yang bisa mengawali pembahasan quotes ini : Tujuan Hidup.
Apa tujuan hidupmu?

Aku merasa kita ini sedang hidup di sebuah lingkaran yang monoton, dan kurasa sebagian besar orang di dunia ini melakukan hal yang sama.

Bangun-kerja-dapat uang-makan-tidur. (kadang-kadang ditambah bersenang-senang)

Sebenernya sih, pada dasarnya tentunya manusia lebih oke daripada babi, pake kerja dulu baru dapet uang. Tapi apakah hidup seperti itu yang benar-benar diinginkan? Hmm..

Aku tidak ingin berpanjang lebar di postingan ini. Hanya ingin berbagi quotes. Bloggers bisa renungkan sendiri maknanya, hehe. Salam, oink!



Sunday, July 31, 2016

Siap

Saat aku mengunjungi sebuah kantor perusahaan e-commerce di Indonesia untuk melakukan interview kerja, aku cukup lama menunggu di sebuah ruang tunggu yang menurutku, cukup menginspirasi. Tentu aku tidak bisa menyebutkan tema warna perusahaan tersebut. Di sebuah kursi panjang dengan banyak kandidat lain di sampingku, aku menghadap ke tembok yang penuh dengan pigura berisi pedagang-pedagang sukses yang menginspirasi, sehingga  patut untuk dipajang di tembok itu. Aku terpaku pada satu gambar pria tua memegang hasil usahanya, di bawahnya tertulis kalimat quotes pesan darinya. Aku lupa kalimat depannya, tapi akhirnya bertuliska

 "Orang yang tidak siap miskin, maka dia juga tidak siap kaya."

Intinya begitu. Berhubung aku tidak cukup jelas melihat jauh dengan mata minusku yang bertambah parah ini, quotes itu yang paling menohok yang bisa aku baca dari titik tempat dudukku. Sebenarnya sih, aku ingin ada seseorang yang penting di hidupku membaca quotes itu, karena ia selalu memberitahuku bahwa kemiskinan itu banyak mudharatnya dibandingkan kekayaan. Namun aku sendiri berpikir keras pada diriku, apa sebenarnya aku juga takut miskin?

Sebelum aku menjawab pertanyaanku sendiri, aku setuju bahwa miskin (kadang-kadang terlihat) banyak mudharatnya. Tapi, aku masih berpikir, lebih banyak mana dengan mudharat kekayaan. Kalau yang kebanyakan orang lihat, orang miskin bisa saja mencuri, memalak, atau membunuh untuk mendapatkan harta. Insting manusia lah untuk survive dalam hidup, sehingga orang berusaha sekeras mungkin dengan cara apapun untuk tetap hidup, walaupun dosa.

Tapi betulkah kemiskinan paling banyak mudharatnya? Buktinya, justru orang-orang kaya yang banyak merugikan masyarakat di Indonesia. Orang kaya makin serakah dan makin korupsi, artis-artis kaya memamerkan kekayaan hingga 'penontonnya' jadi konsumtif. Aku percaya apa yang dibilang Uncle Ben-nya spiderman itu benar.

"Great power comes with great responsibility"

Artikan power itu adalah kekayaan. Dengan begitu banyak kekayaan, tentunya tanggung jawabnya begitu besar dengan kekayaan tersebut. Kalau dalam islam, seharusnya sedekah lebih banyak untuk membantu orang-orang yang kurang mampu. Tapi, entahlah apakah orang-orang kaya banyak yang melakukan hal itu atau semua kekayaannya dikonsumsi sendiri. Toh aku gak akan pernah tau, kalau sedekah kan harus diam-diam, iya kan? Intinya kalau gak sedekah, dosa juga.

Kalau dipikir-pikir, miskin dan kaya sama-sama menyeramkan bukan? Jadi, apakah aku takut miskin? Atau apakah aku takut kaya? Intinya aku tetap ingin seperti yang aku tuliskan di blog ku sebelumya, bahwa aku ingin hidup sederhana. Sehingga miskin dan kaya tidak begitu peting. Pada akhirnya aku, semua orang, harus bertanggung jawab dengan apa yang dimiliki. Intinya aku harus selalu bersyukur dengan apa yang kudapat dengan usaha yang wajar dan halal, intinya aku ingin bahagia apa adanya. Aku berharap, idealisme ini bertahan hingga aku bertambah tua dan bisa mengajarkan kesederhanaan pada anak cucuku nanti.

Maaf ya kalau ngablu, malem-malem ngetiknya soalnya, hehe

Saturday, July 16, 2016

You Only Live Once

Sebagai orang yang relijius, pastinya sudah pada tau bahwa ada afterlife setelah kita meninggalkan Bumi ini. Namun terlepas dari urusan relijius terkait ibadah dan hal-hal wajib lainnya, tentu kita seharusnya menikmati hidup di bumi ini toh?

Pada suatu saat, aku bingung apa yang harus aku lakukan untuk menikmati hidup ini? Secara, gak mungkin satu orang bisa menjelajahi semua yang ada di bumi ini, mencicipi semua makanan yang ada di bumi ini, menjalani semua profesi yang ada di bumi ini, dalam satu masa hidupnya. Ah, aku jadi teringat buku fiksi The Alchemist tentang manusia abadi yang bisa hidup selamanya. Dalam sejarah hidupnya ia telah menjalani berbagai profesi dihidupnya, berpindah tempat tinggal di banyak negara, dan menguasai banyak bahasa. Ah, aku sangat ingin bisa seperti itu. Tapi aku tidak ingin hidup abadi. Aku tau tidak ada yang abadi. You only live once. A SHORT ONCE.

Iya, hidup ini pendek banget. Bagaimana kita bisa memaksimalkan hidup kita sebagai manusia di bumi ini? Memaksimalkan semua nikmat dari Allah swt yang berlimpah-limpah di bumi? Awal sekali, aku berpikiran untuk mendedikasikan hidup untuk traveling, menarik bukan bisa menapakkan kaki ke seluruh penjuru bumi ini? Namun tentu hal itu sulit, secara materi dan waktu pastinya. Kemudian untuk saat ini khususnya, aku sedang menikmati hidup sebagai pekerja yang belum berkeluarga dengan mencoba banyak makanan dan mencoba berbagai jenis make up. Iya, karena dua hal itu yang kusuka. Tapi, rasanya konsumtif sekali ya?

Pada suatu saat aku berfikir, sebenarnya tidak selamanya jika kita harus "menikmati" hidup ini. Menikmati dalam arti yang konsumtif. Memang iya, banyak yang bisa kita nikmati dengan konsumtif karena Allah menciptakan bumi ini dengan kaya. Tapi apakah dengan itu kita menjadi manusia yang sebenarnya? Dengan cara seperti itu, apa gunanya kita bagi orang lain? Aku jadi berfikir ulang, akan lebih baik jika kita menggunakan hidup kita dengan memberikan manfaat bagi orang lain? Tidak semua orang bisa makan enak, bisa traveling, bisa dandan pakai make up. Bahkan ada orang yang menganggap hal-hal itu "buat apa?" karena yang mereka pikirkan hanyalah survive. Survive dari kehidupan yang sangat kurang, bahkan survive dari perang. 

Ketika ada saatnya aku iri dengan orang lain, yang bisa memposting makanan enak, mencoba make up mahal dan traveling kemana-mana, aku jadi teringat bahwa bukan itu tujuan hidupku. Mungkin itu bisa membuatku senang, tapi apa yang mengalahkan rasa senang jika sudah mampu membantu orang lain? Ya, aku ingin bermanfaat. Aku ingin menjadi sejarah bagi orang lain. Because I only live once.


Friday, July 15, 2016

My New Page: Indo Shopping

Continued..

Ok, sejak gw demam online shopping, gw jadi memperhatikan, barang-barang yang dijual oleh para pedagang online. Hal yang gw perhatikan adalah, gw jaraaaang banget melihat barang dengan Brand Indonesia, alias produksi sendiri. Mirisnya, terkadang pedagang mampu membuat barang-barang KW dari barang mahal luar negeri dengan kualitas yang bagus banget, misalnya kayak bikin tas KW super Michael Kors, Longchamp, dsb. Maksud gw, kenapa dengan kualitas pembuatan yang sebagus itu, mereka tidak membuat produk baru dengan label sendiri? Gw merasa sayaang banget dengan hal itu.

Pertama gw ingin lihat dari sisi pedagang. Oke, pedagang memang ingin mencari untung sebanyak mungkin dengan usaha yang sedikit mungkin. Dengan meng-copy desain dari  brand ternama tentu mudah bukan? Keuntungan pun juga besar karena dengan bahan yang KW, bisa dijual agak mahal meski ga semahal dengan barang aslinya. Katanya produk luar negeri lebih bagus daripada produk Indonesia? Lah itu tas KW merk luar negeri yang dibeli juga buatan Indonesia.

Nah, kenapa sih pake repot-repot bikin KW nya? Kalo dari sisi konsumen, ambil contoh aja Indonesia. Indonesia ini unik, orang-orangnya suka banget sama barang-barang branded, meski gak mampu beli yang aseli, tapi tetap harus branded. Apalagi kalau ada yang lagi hits, langsung dibeli. Pasti langsung ada KW nya. Intinya, orang Indonesia ini rasa-rasanya sangat berbinar-binar dengan barang luar negeri yang 80% ada di mall-mall. Kemana-mana kalau gw lihat di jalan, di angkutan umum, di kantor, hampir semuanya memakai barang bermerk luar negeri. Tapi kalau disuruh menyebutkan brand fashion Indonesia misalnya, gak tau deh pada bisa apa engga.

Gara-gara itu gw jadi mikir, kasian banget ya Indonesia jadi gak punya kepribadian kayak gini. Pengen gitu gw denger orang-orang berebutan buat beli barang produk Indonesia. Gw sendiri sebenernya newbie dalam hal shopping menyopping, dan menurut gw bener-bener susah mencari produk Indonesia. Nah berhubung gw masih deman online shopping, sejak saat itu gw memfokuskan diri untuk searching produk-produk buatan Indonesia. Meskipun sulit, gw tetap berusaha mulai sekarang mencoba perbanyak beli barang-barang buatan Indonesia. Meski nanti kantor gw elit lah, atau pergaulan gw modern lah, insyaAllah gw pingin mencoba untuk terus mendukung produk Indonesia.

Di postingan sebelmnya gw bilang kan punya list nama-nama shop yang gw langganin atau gw incar? Sekarang gw mau share ke kalian di page baru gw berjudul..


Indo Shopping ini isinya web site/ page online shop (mostly) dan offline shop yang menjual produk buatan Indonesia, baik punya brand label sendiri pada produknya maupun tidak. Mungkin ini versi kecil dari semua toko-toko lokal di Indonesia. Sebenernya, awal pemikiran gw adalah, gw ingin membuat website online market, semacam Tokopedia gitu, tapi, khusus untuk toko-toko yang menjual produk lokal, asli buatan Indonesia. Awalnya, gw berharap pas searching di google udah ada yang kayak gitu, tapi ternyata belum. Ya Allah, semoga nanti gw bisa bikin kayak gitu, sayangnya gw bukan ahli IT atau marketing, tapi kalau ada orang-orang yang ingin bantuin gw bikin The Biggest Indonesian Online Shop, boleh ya kontak gw. Tapi, kalo ada yang tiba-tiba bikin website itu sendiri, ya bagus sih, tapi kok ga bilang-bilang gue? Hehe..

Intinya, semoga Indo Shopping ini bisa menjadi referensi buat kalian yang mau mengembangkan dan mengharumkan prduk buatan lokal. Meski gw tau pembaca blog gw bisa diitung jari (wkwk), minimal bisa jadi referensi gw pribadi dan teman-teman terdekat gw. Sekian dulu, happy shopping our local product!

Keep Supporting Indonesia Local Product!

Tentang Shopping: Demam Online Shopping

Hi guys! Mau cerita nich, tapi agak panjang, gapapa yaa? hehe.

Ceritanya, gw itu lagi demam sama yang namanya online shopping. Berhubung ceritanya gw udah punya penghasilan sendiri, sisa-sisa penghasilan itu gw habiskan untuk shopping! Duh, rasanya tuh seneng banget kalau pulang ke rumah terus di rumah ada paket. Gw sendiri sekarang lebih prefer online shopping daripada offline. Kenapa? Pertama, gw tuh males jalan-jalan di mall karena rame. Kedua, gw itu orangnya ga cepat membuat keputusan, sehingga kalau belanja di mall, bisa-bisa lamaaaa banget. Kadang-kadang cuma capek doang tapi malah barang yang dibutuhkan tidak terbeli.

Nah, sejak gw mulai percaya sama yang namanya online shopping, gw apa-apa beli online, mulai dari baju, make up, benang rajut, sampai mainan kucing gw beli. Ga jarang sih gw kalap belanja online sampai kalau datang ke rumah tiba-tiba ada 5 paket, hehe. Soalnya, dengan online shopping gw bisa milih-milih barang yang gw ingin kan dan sesuai sama gw. Gw bisa banding-bandingin dulu sampai yakin sambil bertapa di kasur, daripada muter-muter di mall dari toko ini ke toko itu. Terus, biaya online shopping itu lebih murah ketimbang gw pergi ke mall. Iya, barang yang dianter JNE itu paling cuma 9rb ke Depok, dibandingkan gw harus bolak-balik ke mall, kadang naik gojek yang bisa sampai 50rb pulang pergi.

Kekurangannya, ya pastinya terkadang ada barang-barang yang tidak sesuai harapan. Well, gw mentoleransi itu dengan alasan bahwa terkadang barang bisa ditukar atau dikembalikan. Atau ya..dijual lagi, hehe. Kemudian kekurangannya lagi terkadang juga barang sangat lama sampainya (tapi itu sudah jarang banget sekarang). Terus, kalau online shopping kan kadang terbatas, kita gak bisa pilih barang-barang branded yang biasanya ada di mall. But that's completely fine for me!

OK, pada intinya saat ini gw sedang demam-demamnya online shopping. Gw sampai punya catatan website dan akun instragram online shop yang gw langganan atau gw incar. Nah dari sini gw punya ide! *lampu* *kedip-kedip* *bersinar-sinar*

To be continued....

Popular Posts