Friday, August 7, 2015

Aamiin

Ya Allah… janganlah engkau memberikan kepada hamba dari kenikmatan dunia yang terlalu banyak, agar hamba tidak melampaui batas akan larangan-Mu.

Jangan pula terlalu sedikit, sehingga hamba lupa kepada-Mu. Sesungguhnya yang sedikit tetapi mencukupi, lebih baik bagi hamba dari pada yang banyak tapi melalaikan. Aamiin..

Berdakwah @ LINE

Tuesday, July 28, 2015

Mudik 2015 (Part 2)

Salah satu kegemaran keluarga saya, selain wisata kuliner, juga mengunjungi museum atau tempat-tempat bersejarah. Seperti dulu kami sudah seringkali pergi ke candi Borobudur/ Prambanan, lalu pernah ke museum kereta api, sampai ke gua-gua sakral tempat bersejarah di Jawa Tengah. Nah, tahun ini, selain mengunjungi pantai dan wisata kuliner, mudik kemarin kami juga petama kali mengunjungi museum unik nih, yakni museum seni DeMata dan De Arca, begini ceritanya:
1. DeMata
Siapa yang pernah ke pameran trick art di Grand Indonesia dulu, atau di Lotte Shopping avenue? Nah, museum ini berisi trick art yang gak jauh beda sama yang ada di dua tempat tersebut. Isinya gambar-gambar 3D yang membuat kita yang foto di depannya seperti berfoto dengan benda nyata. Yah, lumayan yang ketinggalan pameran trick art di GI, bisa ke sini nih. Meski begitu kekurangannya adalah tempatnya yang sempit untuk berfoto, dan kurang sejuk (ditambah banyak pengunjung juga), dan juga pencahayaannya yang kurang bagus, sehingga hasil fotonya terkadang kurang bagus (masih kelihatan seperti gambar). Kudu bawa kamera super dan lighting tambahan kayaknya hehe.


2. DeArca
Nah, ada yang pernah ke museum patung lilin Madame Tussaude di luar negeri? Nah di sini ada versi Indonesianya. Di DeArca ini tersedia patung tokoh-tokoh terkenal, dari pahlawan Indonesia, sampai superhero the Avengers, hehe meski tidak lengkap. Namun tempat ini lebih bagus daripada DeMata (meski sebelahan), karena lebih luas, dan sejuk. Kalau soal patungnya, belum bisa membandungkan sih dengan yang di museum Madame Tussaude, tapi kalau dilihat, karakter di museum ini kurang mirip dengan aselinya. Tapi tidak apalah, masuk ke museum ini cukup worth it untuk menjadi iburan bersama keluarga :)

Alhamduliillah, syukur sujud syukur mudik kali ini menyenangkan dan less capek. Capeknya capek jalan-jalan dan beberes barang aja. Semoga bloggers semua juga bersenang-senang tahun in yah. It's a new day for us! See you ;)

Mudik 2015 (Part 1)

Assalamu'alaikum. Mohon maaf lahir dan batin saya ucapkan untuk semua pembaca. Mohon maaf jika di blog ini maupun di luar, saya banyak melakukan salah dan khilaf. Semoga bloggers semua bahagia ya :)

Tahun ini, alhamdulillah keluarga saya berkesempatan mudik lagi. Hal yang berbeda dengan apa yang telah saya ceritakan di postingan mudik tahun-tahun sebelumnya adalah: gak ada keluh-keluhan tentang perjalanan mudik. Kenapa? Alhamdulillah tahun ini berkesempatan mudik menggunakan pesawat, pulang dan pergi. Iya, keluarga kami, tepatnya ayah saya yang biasanya menyetir mobil sudah lelah (?) sudah agak trauma sama perjalanan mudik yang lama banget karena macet.

Mudik kali ini cuma sebentar yakni hanya 1 minggu. Kami solat Ied di Magelang bersama eyang dari ibu saya. Nah, karena memanfaatkan waktu mudik yang sangat singkat, kami sekeluarga full jalan-jalan. Pertama, kami ke pantai nih, ada tiga pantai yang kami kunjungi, jumlah yang sama seperti tahun kemarin. Pantai yang kami kunjungi masih di seputar area Gunung Kidul, jadi ya sebenarnya masih mirip-mirip pantainya dengan pantai yang kami kunjungi tahun lalu :D

1. Pantai Ngobaran
Foto ni diambil dari atas, jadi di bagian atas bukit itu ada banyak patung-patung Budha dan tempat persembahan. Sebenarnya pantainya itu kecil, cuma kami tidak ke sana karena harus menuruni bebatuan. Pemandangan dari atas ini juga tidak kalah bagus kok. Banyak objek fotonya karena tidak hanya sekedar air dan langit saja. Kebetulan saja foto panorama yang saya ambil di atas itu lagi mendung, jadi air dan langitnya tidak cerah. Tapi sebenarnya bagus :)

2. Pantai Nguyahan

Ini pantai yang paling luas dari ketiga pantai yang kami kunjungi. Di sini, ombak bisa sering menerpa pantai, jadi kami suka menunggu-nunggu kaki kami dihempas air ombak gitu hehe. Alhasil, pasir di sini banyak kerang-kerang yang tersangkut di karang-karang pinggir pantai, jadi lucu gitu warna-warni hehe.

3. Pantai Ngrenehan
Nah, pantai ini cenderung kecil, namun ombak jauh dari tepi pantai, dan air di pinggir pantai itu cukup dalam dan tenang untuk bisa dilewati kapal-kapal untuk dinikmati pengunjung. Namun kami tidak sempat menikmati pantai dengan kapal, karena, berbeda dengan pantai lainnya, di sini pusatnya tempat makan. Kenapa? Karena justru ikan-ikan di sini banyak dan fresh lansung diambil dari laut. Kami pun makan di sini, sebenarnya harga ikannya cukup murah, tapi malah yang mahal nasinya. Haha.

Selain jalan-jalan ke pantai, keluarga kami juga pergi wisata kuliner ke tempat-tempat yang belum pernah, maupun sudah setiap tahun ke sana:
1. the Kalimilk
 

Ini adalah kedai susu yang kontroversial. Namanya sih normal, the Kalimilk, karena terletak di jalan Kaliurang. Tetapi, mereka menyebut pelanggan yang meminum Kalimilk ini dengan "Neneners" iya, nenen. Kalau di deskripsi dari internet, alasannya karena dari bayi kia udah minum susu, dari nenen. Jadi ya..begitulah hehe. Susunya enak, tersedia banyak varian rasa, harga terjangkau, dan tempatnya juga oke.

2. Bakmie Kadin

Ini adalah warung bakmi jawa yang tidak membuka cabang di manapun, rasanya enaaak sekali. Untungnya, meski tidak membuka cabang, tempat ini cukup besar dan yang masak juga banyak, namun sayangnya, tidak cukup banyak untuk bisa menyediakan pesanan cuma 15 menit. Kalau mau makan di sini di saat ramai, kami harus menunggu 1,5 jam. Minimal kalau ke sini bawa banyak bahan obrolan atau bawa powerbank biar bisa main gadget lama. Hehe. Tapi worth it banget buat ditunggu.
3. Roemi Resto
Roemi resto ini sebenarnya seperti kafe bisa. Spesialisasinya dessert, khususnya es krim kayak di foto, menu lainnya seperti pancake pake, banana split, roti bakar, dsb. Tapi ada juga sih makanan berat mie goreng atau nasi goreng spesial Roemi yang rasanya juga gak kalah oke. Tempatnya enak, nyaman, emang pas buat hangout.

4. Jadah Mbah Carik

Ini makanan antara biasa, aneh, kampung, tapi enak. Jadi makan ketan dicampur sama tempe/ tahu bacem, rasanya enak loh! Habis makan ini beberapa langsung kenyang, gabisa makan lagi hehe. Tentunya selain enak, sumber protein yang banyak ;) Anak Indonesia harus makan ini hehe.

Wednesday, July 1, 2015

Berasal Dari Orangtua

Rebloged from "Gemes" - hastinmelur.blogspot.com

Kali ini mau cerita tentang hal-hal yang buat saya gemes. Bukan tentang hal-hal lucu. Tapi gemes tanda kutip. Hasil pengamatan belum lama ini. 

1. Di angkot dari UI ke Cimanggis
Anak laki-laki (sekitar 7 tahun) : Ma, geser. Kasian penumpang yang masuk kalau kita gak mau geser. 
Ibu : Ngapain sih kamu nyusahin diri sendiri. Urusan dia kalo susah masuk apa gak. Yang penting kita duduk dipinggir biar turunnya nanti cepet.

2. Di stasiun Tanah Abang
Bapak : Woi cepetan jalannya! *teriak-teriak gak mau antri* Udah buruan kenapa sih!! 
Anak laki-laki (sekitar 10 tahun) : Sabar dong Pak. Kan kita lagi antri banyak yang baru turun dari kereta. 
Bapak : udah kamu ikutin Bapak aja. Biar kita duluan masuk keretanya.

3. Di warung makan sekitar Kober
Anak : *Ambil minum dan gak sengaja tumpah. Nampak tidak panik. Berusaha membersihkan pelan-pelan* 
Ibu : Kamu ini yah. Malu-maluin aja pake tumpah segala!! Mending kita pulang aja kalo kamu kaya gitu. cks%^@(@&@^@K 

Saya : *dalam hati* yaelah bu. anaknya udah bener gak panik. udah bener tanggung jawab bersihin. Masalah kecil aja Ibu nya marahnya gitu bgt. 

Tidak bermaksud menjeleknya orangtua. Saya sendiri belum tau jelas karena belum jadi orangtua. Namun sayang aja. Ketika anaknya udah paham sama hal-hal baik, bukannya didukung malah dapat didikan berbeda dari orangtua nya. Harusnya orangtua nya sadar, tobat, dan bangga sama anaknya. Untuk kasus ketiga, saya paling gemes. Apalagi itu di ruang publik. Pesan saya sederhana, mari sering-sering nonton gimana Song Il Gook mendidik Daehan, Minguk, Manse. Semakin banyak menonton, maka semakin tahu cara efektif mendidik anak :D :p"

---------------------------------------------------------------------------------------------

Ada satu titik dari selama ini saya belajar Psikologi, di mana saya menemukan minat saya di  suatu bidang, yakni parenting dan keluarga. (Iya, psikologi itu gak hanya ngurusin orang stres). Saya percaya, kalau sebagian besar permasalahan yang ada di dunia, khususnya di Indonesia sih, karena saya cinta Indonesia (<3) itu disebabkan oleh didikan di rumah. Contoh simpelnya, ya yang hasil reblog di atas itu. Contoh saja, bayangkan setelah berkali-kali orangtua melakukan hal seperti di atas itu, anaknya nanti akan jadi seperti apa? Misal, kasus 1 dan 2, anak jadi egois, mementingkan diri sendiri, ini yang bikin jadi bakal-bakal koruptor, karena gak peduli sama orang lain, hanya mementingkan diri sendiri, kesejahteraan sendiri, tidak mau "menyusahkan" diri sendiri. Kasus 3, kira-kira apa? Anak jadi tidak percaya diri, padahal nih dia bakal-bakal jadi Einstein selanjutnya dari Indonesia. Tapi karena takut salah, dia tidak berani mengungkapkan ide-ide gilanya.

Mungkin ada yang merasa contoh saya aneh, but no, itu semua nyambung, bisa saja terjadi, dan masih banyak ada kemungkinan lain. Tentunya saya tadi hanya mengambil contoh. Kan bisa aja di luar contoh yang di atas, ternyata orangtuanya paling baik sedunia. Belum lagi keadaan lain misalnya orangtuanya memang sedang buru-buru karena kerabatnya ada yang meninggal atau apa. Terkadang memang orang bisa lepas kontrol. Tapi anda bisa mencari jurnal-jurnal yang berkaitan dengan pola asuh orangtua, dan hasilnya sudah pasti parenting yang baik menghasilkan child outcomes yang baik. 

Saya tidak memaksakan keyakinan kepada bloggers semua. Ini keyakinan saya bahwa nasib bangsa kita ditentukan oleh didikan orangtua. Meski banyak faktor lain seperti perkembangan internet, pemerintahan dan kebijakan gak beres, pertemanan dll., namun menurut saya, hasil didikan orangtua lah yang akan mampu membuat anak "menyaring" segala pengaruh-pengaruh buruk dari luar. Dengan keyakinan seperti ini, saya cuma ingin selalu berdoa semoga saya bisa jadi contoh yang baik bagi anak-anakku kelak. Serta anak-anak saya nanti menjadi generasi yang baik. Aamiin Ya Rabb.

NB: Nonton Return of Superman yuuk. Serial TV Korea tentang parenting. Bisa belajar dari situ nih biar menghasilkan benih-benih bangsa berkualitas (azik). Daripada ngeliatin pernikahan artis, atau persalinan artis, mending nonton artis mendidik anaknya, dengan BENAR. Bahkan sampai dipuji oleh psikolog anak di sana lho. Ya iyalah, saya aja amazed, ngasuh anak kembar tiga bisa sesabar itu. Kalau yang saya lihat mah, anak satu aja nyanyi sedikit disuruh diem, salah ngitung sedikit dimarahin. Hehe.

Refleksi Diet 2: Makan Itu Asal Sehat, Bukan Asal Kenyang!

Masih berkaitan sama postingan saya tentang diet, soalnya lagi semangat banget sama diet hehe. Jadi saya dapat link video yang tulisan di jarkomannya "Salah Kaprah Pola Makan Orang Indonesia". Berikut di bawah ini videonya. Wajib banget ditonton, sebelum lanjut baca! :D


Video ini menurut saya cukup menampar. Memang pola makan orang Indonesia itu tidak sehat. Coba kalau beli makan di tempat makan, yang banyak apanya, nasi putihnya kan? Iklan saja ngajarin makan nasi pakai kuah doang biar murah (if you know what i mean). Iklan juga ngajarin makan pakai nasi yang digoreng pakai mentega doang. Atau banyak abang bubur ayam yang bikin ketagihan padahal bubur ayam isinya cuma nasi dan kecap, ditambah vetsin. Udah gitu kalau pun menunya pakai salad, saladnya sedikit banget. Jadi gak ada serat, gak ada protein. Nasi itu hanya karbohidrat padahal, dan harusnya kebutuhan protein manusia itu "setelapak tangan orang yang makan dalam sekali makan." Belum lagi serat yang seharunya menjadi kebutuhan setiap hari, bukan seminggu sekali makan buah/sayurnya.


Terus miris juga sih. Ya.. hampir semua tempat makan dari warung sampai restoran Indonesia pun menu makannya begitu. Minyak di mana-mana, santan di mana-mana, nasi di mana-mana. Meski enak dan tujuannya menarik pelanggan ya iya. Tapi ya, bikin orang-orang jadi gemuk. Ya maklum aja, mana ada ahli gizi yang jual makanan di pinggir jalan. Yang ada, kita yang ngerti gizi dan mampu pilih makanan dengan bijak. Semenjak saya diet, saya jadi susah banget cari tempat makan, kebanyakan juga makan di rumah, atau menunya itu-itu aja. Karena saya jadi tau bahaya-bahayanya makan ini itu. Bukannya saya paranoid, tapi memang betul ternyata kandungan makanan di rumah makan.

"Kita hidup di Dunia Leyeh-leyeh"

Dari makanan yang nyeremin itu, ditambah lagi orang Indonesia sudah makin "Mager" alias malas gerak. Inginnya diet yang instan, tanpa olahraga. Tanpa makan malam juga dianggap bikin kurus. Makanya makin banyak orang Indonesia yang obesitas. Karena "inputnya tetap, tapi outputnya semakin kurang". Kemudian kalau dari yang saya baca, tingkat hidup orang Indonesia semakin pendek. Coba deh liat kakek nenek dan engkong masih ada aja di dunia ini, om tante udah ada yang meninggal atau sakit-sakitan. Sebab ya itu, pola hidupnya sudah beda, orang dulu doyan makan sayur. Sekarang sayur jadi menu kalo lagi gak punya duit. Dulu orang apa-apa jalan dan berkeringat, sekarang seharian duduk dan gak berkeringat.

Terus orang Indonesia juga makin bergantung sama obat-obatan. Flu sedikit langsung ke dokter dan dikasih obat banyak banget. Udah gitu dikasih makan banyak tapi isinya karbohidrat doang. Padahal, kata pak Shinya dari buku revolusi makan, tubuh bisa menyembuhkan diri sendiri lho, asal cukup vitamin dan proteinnya. Saya dari dulu kalau sakit flu-flu cuma minum madu, makan buah yang banyak vitamin C, sama makan ikan/daging. Murahan beli buah dan madu daripada beli obat sumpah deh.

Di video di atas menyarankan bahwa lebih baik kita memakan yang "mendekati bentuk aselinya" serta "plant based". Saya selalu ingat banget kata-kata dokter gizinya kalau "Sosis itu gak ada, Tuhan tidak pernah membuat sosis, apalagi masuk kaleng." Soalnya saya ngakak pas si ibu bilang begitu. Benar juga. Bayangkan daging bisa awet dua tahun di dalam kaleng, itu dikasih apa coba. Udah gitu dimakan lagi, masuk ke dalam tubuh kita. Hiii. Jangan sering-sering lah. Bukannya gak boleh, tapi dilihat juga kadarnya. Sekarang saya udah lama banget gak beli jus-jus kardusan, karena isinya gula semua. Saya mending menyisihkan uang saya untuk beli buah aseli. Jauh lebih worth it.

Lalu juga portion controls. Tubuh manusia itu cuma, iya cuma, butuh 2000 kalori. Yang butuh lebih mungkin semacam olahragawan. Gimana kita coba yang kerjanya naik mobil dan duduk di sekolah/kantor, harusnya kurang dong kebutuhan energinya. Tapi kayak gitu malah makan 3 kali sehari dengan porsi full, ditambah cemilan, susu, jus, dll. Wah bisa 3000an kalori yang masuk. Dipertimbangkan lagi kalau mau makan, kayak saya sejak diet, saya tau banget saya itu males orangnya, jadi saya setiap makan cuma setengah porsi, atau makan cuma 2 kali sehari, sisanya makan buah dan kenyang-kenyangin perut pakai air putih. Wah udah sehat, hemat juga kan gak perlu makan berlebihan. Gak perlu juga repot hitung-hitung kalori, tampakan makanan bisa keliatan kok berapa kalorinya. Kayak, gorengan yang cerah gemilang indah dipandang itu tentunya bisa dibayangkan ia berteriak, "Hai makan aku dong, aku kalorinya setara dengan satu porsi makan lho."

Saya percaya banget dan berusaha menerapkan sunnah nabi yang disebut "Makanlah sebelum lapar, dan berhentilah sebelum kenyang," meski kadang susah untuk menyesuaikan. Tapi menurut saya kebutuhan porsi makan kita bisa dilihat dari situ, batas kenyang dan lapar kita. Kalau kita kenyang pasti berarti sudah lebih dari cukup kebutuhannya. Lalu kalau lapar, pasti akan kecenderungan untuk makan berlebih dan jadinya gak sesuai dengan kebutuhan. Coba deh kalau diterapin pasti tubuh kita akan selalu ideal. Tentunya dengan aktivitas yang normal ya, gak leyeh-leyeh, hehe.

Pada akhirnya, kembali lagi ke kesadaran diri masing-masing. Memang makan makanan enak itu ya enak banget, tapi apa itu sehat? Jadi, buat bloggers nih, yang pastinya lebih tau isi kandungan makanan, yuk diubah lagi pola makannya. Berkorban sedikit gak sering makan yang enak-enak gak apa-apa yang penting sehat. ;)

"Kenyang itu harus, tapi kenyang  dengan baik, dengan kenyang asal makan itu beda banget"

Tuesday, June 30, 2015

Refleksi Diet 1: Jangan Bingung Pilih Jenis Diet

Hai bloggers. Sudah beberapa bulan saya menjalankan diet makanan. Sejak saya dirawat di rumah sakit, berat badan saya bertambah banyak dan saya jadi gemuk! Ditambah berapa bulan setelah sakit, saya masih belum boleh beraktivitas berat dan harus makan yang banyak dan tentunya sehat. Alhasil setelah itu, saya mulai memasuki masa-masa depresi karena berat badan saya bertambah dan lemak di badan meleber. Selain memperburuk penampilan, gemuk juga gak sehat! Saya pun mencari-cari cara diet untuk menurunkan berat badan. Ternyata begitu banyak cara-cara diet dan olahraga yang beragam, bahkan tak jarang yang bertentangan. Berikut ini saya mau ceritakan kronologis diet saya.

NB: Diet yang akan saya jelaskan di bawah ini PASTI ADA OLAHRAGAnya. Tidak ada diet tanpa olahraga, diet itu tidak semudah itu. Orang sehat dan kurus pun tetap harus olahraga, oke? :)



(source)
1. OCD
Saya memulai diet dengan OCD. Obsessive Corbuzer Diet. Iya itu buatannya pak Dedi Corbuzer. Pada intinya diet ini adalah mengurangi asupan makanan dengan berpuasa dengan interval waktu tertentu, namun tetap minum. Hal ini ditambah dengan olahraga selama 7 menit. Olahraga ini bisa tergolong cukup berat karena gerakannya terus menerus (setiap gerakan 30 detik) dan hanya diberi jeda istirahat selama 10 detik setiap gerakan. OCD ini cukup menurunkan berat badan saya yang tadinya 53kg menjadi 50kg. Tapi membuat saya sangat kelaparan dan selalu ingin makan, atau malah makan banyak sekali saat jamnya makan. Jadinya saya sudah batal OCD, meskipun berat badan saya sekarang cukup stabil di 50kg. Hal ini terbantu dengan rutin berolahraga 07W. Meski begitu, kebanyakan waktu saya kecapekan berolahraga ini saya mah gitu orangnya), jadi sampai sekarang ini saya hanya ambil beberapa gerakan dan saya lakukan dengan intensitas sedang.

2. Diet Mayo

Selanjutnya, saya mulai ditawari diet mayo. Diet mayo ini cukup booming karena sudah banyak penyedia jasa catering mayo yang harganya juga gak sesuai sama mahasiswa yang budget makannya Rp. 8000 di warteg. Diet ini adalah diet dengan meniadakan asupan garam. Karena garam itu menghalangi air masuk ke tubuh dan memperlambat metabolisme #cmiiw. Setuju. Namun susah sekali melakukannya. Pasalnya, hampir semua masakan mengandung garam. Jadi, saya hanya berhasil melakukannya beberapa hari, lalu batal karena lidah saya craving for garam. Saya juga baca ada artikel lain yang menyatakan bahwa tubuh memang butuh garam, bukan tidak ada sama sekali. Jadi, kalaupun kita makan garam pun bisa diseimbangkan dengan minum yang banyak agar metabolisme lancar.

3. Diet Less Carbo (Sebenernya gak tau namanya apa)
Selanjutnya, diet yang saya jalani adalah makan tanpa karbohidrat sederhana seperti, nasi, mie dan roti putih.  Wah, ini sih susah sekali, karena pada dasarnya, saya suka ketiga makanan itu karena rasanya enak banget. Saya saja bisa bertahan hidup dengan nasi putih plus kecap atau hanya bawang goreng, hehe. Tapi gak ada gizinya! Nasi putih dan kawannya itu mengandung karbohidrat sederhana yang membuatnya lama dicerna oleh usus, dan akhirnya cepat membuat jadi lemak. Diet ini menyarankan untuk beralih ke karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan roti gandum. Diet ini oke banget, masalahnya adalah di rumah saya jarang ada stok nasi merah dan gandum. Lalu biasanya harganya juga lebih mahal. Kemudian susahnya juga karena asupan gizi saya masih dikontrol oleh ibu saya, jadi di rumah ya isinya masih nasi putih-roti putih-mie. Akhirnya saya sebisa mungkin mengurangi porsi nasi putih menjadi seperempat piring, dengan lauk tetap. Hasilnya cukup ampuh, plusnya adalah, tidak menjadi gampang mengantuk karena energi untuk mengolah karbohidratnya berkurang. Lagipula, sebenarnya lauk-lauk yang ktia makan itu sudah mengandung karbohidrat. Apalagi buah dan sayuran itu sudah mengandung karbohidrat, sehat pula. Nasi itu cuma apalah atuh, gak usah banyak-banyak. Haha.

4. No Minyak
Teman saya, Hamidah, Lulusan terbaik MIPA UI *penting banget ditulis wkwk* menjalani diet ini selama sekitar 6 bulan. Dia tidak mengkonsumsi makanan berminyak dan mentega. Dia hanya makan dari hasil olahan rebusan dan panggang (soalnya kalau bakar bikin cepet kanker). Hasilnya dia turun 25 kg! Tapi tentu di setiap hari ditambah pula olahraga kecil seperti lari ditempat. Diet ini tentu ampuh, karena di setiap artikel diet yang saya baca, minyak itu memang sangat bahaya. Selain membuat gemuk, tidak sehat pula. Saya pun sebisa mungkin mengurangi asupan minyak. Kalaupun ibu saya menggoreng makanan, biasanya saya ambil tissue, lalu memeras makanan tersebut hingga minyaknya sebagian besar terserap oleh tissue. Hehe.

5. Diet Usus Versi Pak Shinya
Teman saya rela mengeluarkan sisa uangnya untuk beli sebuah buku yang berjudul "Revolusi Makan" yang ditulis oleh Bapak Hiromi Shinya. Saya dengan enaknya meminjam bukunya secara gratis (hehe). Kata bapak dari Jepang ini, rahasia sehat dan kecantikan itu terletak dari usus. Jika usus sehat, maka tubuh akan sehat dan lebih cantik. Poin-poin penting dari pak Shinya ini adalah:


a. Hanya makan Buah dan Air di pagi hari.
Sarapan itu masih menjadi perdebatan. Ada yang bilang ga boleh sarapan karena bikin gemuk dan ngantuk. Ada yang bilang kalau sarapan itu wajib soalnya menjadi asupan otak untuk menjalankan aktivitas. Nah, dengan baca buku bapak ini, saya menjadi lega karena sudah dapat solusinya. Sarapan hanya makan buah dan air, sehingga tidak gendut dan asupan otak pun terjaga! Diet yang dianjurkan ini adalah dengan makan pisang. Karena kandungan gula dan gizi dalam pisang cukup untuk membuat kita kenyang di pagi hari. Nah kalau dari saya, khususnya untuk memperlancar kinerja usus nih, lebih baik tambah minum perasan lemon hangat. Selain bisa membakar lemak-lemak perut, usus pun jadi lancar. Disarankan nih buat yang belum BAB kemarin, hehe, tapi jangan setiap hari juga ya karena lemon mengandung asam yang bsia merusak gigi dan juga kalau kebanyakan, bukannya lancar, malah mencret. :(

b. Makan yang sehat-sehat
Nah, ini merangkum semua diet di atas. Jangan makan yang berminyak, lalu beralih ke nasi merah dan gandum, dan yang baru nih, coba makanan mentah. Makan makanan mentah ini sih yang saya masih belum terbiasa. Makan lalap aja masih mikir-mikir. Meski suka sayur tapi lebih suka yang sudah diolah jadi sop dsb. Padahal sayuran yang mentah itu yang sangat maksimal kandungan gizinya. Kemudian pak Shinya Juga bilang kalau mie lebih baik daripada roti, dan nasi lebih baik daripada mie. Karena lihat saja roti itu isinya tepung doang sebagian besar, sedangkan mie lebih banyak karbohidratnya, namun tetap saja tepung. Namun memang yang cukup pas kandungan karbohidratnya adalah nasi. Jadi kalau ada pilihan nasi, ya pilih nasi di menu mu ya :)

c. Jangan olahraga dengan intensitas tinggi, lakukan intensitas rendah
INI. YANG BIKIN. SAYA. SANGAT LEGA. Semenjak diet, saya melakukan olahraga dengan berbagai macam gerakan yang intensitasnya cenderung tinggi. Alhasil saya kebanyakan masa istirahatnya daripada masa olahraganya. Padahal ternyata, olahraga tingkat rendah hingga sedang dengan waktu 30 menit justru yang ampuh membakar lemak. Ternyata, jika melakukan olahraga intensitas tinggi justru karbohidrat yang baru kita makan yang terbakar, dan lemak pun tetap berada pada tempatnya. Saya pun sampai sekarang merutinkan jalan ditreadmill selama minimal 30 menit, dan hasilnya cukup oke. Badan tidak lelah, malah segar, dan tentunya merasa lemak terbakar.

d. Mengunyah makanan pelan-pelan
Gak terasa kan ternyata kalau kita makan, cuma habis 3 menit saja *saya sih yang gitu*. Menurut pak Shinya, agar usus sehat, makanlah secara perlahan. Maksudnya, kunyah makanan hingga halus, baru ditelan. Dengan mengunyah lama, enzim dalam mulut lebih terpicu untuk keluar dan membantu pencernaan.  Saya cukup setuju dengan hal ini. Selain itu, berdasarkan yang telah saya baca sebelumnya, menelan makanan yang lama ini juga akan membuat kita cepat kenyang, karena makanan yang sudah ditelan lebih dulu masuk ke usus halus yang mengirimkan sinyal ke otak kalau kita sudah kenyang. Dengan merasa cepat kenyang, kita akan mengurangi porsi makanan. Setelah saya mencoba teknik ini saya merasa tidak 'begah' ketika makan karena biasanya makan cepat. Saya juga tidak cepat buncit ketika makan secara perlahan.

Setelah membaca buku itu, saya menjadi cukup lega dan tercerahkan, karena selama ini, itu adalah masalahku. Kenapa perutku gampang buncit, dari dulu sulit buang air besar, dan segala macam. Setelah melakukannya sekitar seminggu, telihat bahwa saya lancar buang air besar dan rasanya perut enak dan lega. Dan tentunya, lebih kurus!


(source)

Kesimpulan dan Refleksi
Dari segala diet yang pernah saya jalani, sebenarnya semua diet itu benar. Inti diet itu sebenarnya untuk sehat. Karena gemuk itu gak sehat, makanya menguruskan badan. Jadi orang yang kurus pun tetap harus diet makanan agar sehat. Ini yang menjadi motivasi saya untuk diet. Inti diet untuk menguruskan badan itu tetap makan dan makan makanan sehat, serta memperbanyak pembakaran kalori dengan beraktivitas/olahraga yang tidak berlebihan. Kalau kata Hastin "Kamu tetap makan aja asal olahraga. Makannya jangan banyak-banyak." Gak perlu menyakiti diri sendiri dengan puasa 24 jam, atau olahraga sampai pingsan, atau repot cari aplikasi bagus untuk menghitung kalori. Pada intinya, sama kayak yang ada di Al-Qur'an: jangan terlalu berlebihan.


Diet apa saja terserah, asal komitmen. Pada akhirnya toh saya tidak terpatok pada satu nama diet. Tapi saya mengambil beberapa poin dan menggabungkan semuanya, misalnya, saya tetap olahraga sesekali seperti OCD, saya selalu mengurangi porsi nasi, minum lemon kadang-kadang, seberusaha mungkin kalau bisa gak pakai garam dan minyak pun dijabanin. Pilih saja diet yang buat kamu semangat dan mudah untuk dijalankan. Seperti saya nih, karena saya sudah punya "paket diet", saya masih bisa makan makanan kesukaan seperti cokelat dan kue. Tentunya dengan batasan porsi, jadi tidak terlalu menyiksa dietnya. Hasilnya? Sekarang berat saya 46kg. Itu pun selama hampir 6 bulan karena saya banyak mencoba cara diet. Bagaimana jika saya komitmen dari awal, mungkin bisa kayak teman saya, turun 25 kg! hehe. Yeah, pokoknya next target: 43kg.

NB: Maaf ya, anaknya gak bisa nulis pendek-pendek (^,^)v

Wednesday, May 13, 2015

Gak Nyangka Waktu Belanja, Gratis Pengiriman di Blibli.com!

Logo Blibli.com
Hai bloggers. Pernah gak sih kamu belanja secara online atau yang kerennya disebut online shopping? Belanja secara online itu adalah proses membeli barang yang dijual melalui internet, di mana pembeli melakukan pembayaran via bank online, dan produk akan langsung dikirimkan ke rumah pembeli. Di jaman yang serba cepat ini, belanja online semakin diminati, dan penyedia jasa belanja online juga semakin berkembang. Sudah banyak sekali situs-situs belanja online yang tersebar di dunia maya, yang saling berkompetisi untuk menarik pengunjung ke situs mereka. Semua golongan masyarakat baik pria, wanita, orang tua dan muda pun tak jarang yang melakukan belanja online. Bahkan ada yang sampai ketaghian berbelanja online. Namun apakah belanja online itu menguntungkan dan juga mengasyikkan? Nah kali saya ingin bercerita mengenai pengalaman saya berbelanja online.

Saya pribadi jarang sekali belanja online. Sebenarnya saya masih ada perasaan takut jika belanja online. Baik itu karena takut kecewa dengan produk yang telah dikirimkan, takut barangnya tidak sampai, takut ada kesalahan atau ketidakamanan dalam pembayaran online, bahkan takut terjebak oleh penjual yang melakukan penipuan. Lalu, yang membuat saya semakin malas belanja online itu adalah adanya  biaya pengirimannya yang menurut saya cukup besar! Menurut saya biaya pengiriman ini cukup merugikan, karena saya jadi harus membayar lebih untuk pemesanan satu produk.  Misalnya nih, harga suatu barang yang saya beli itu Rp. 190.000, nah biasanya biaya pengiriman ke rumah saya, di Depok, Jawa Barat, itu sekitar Rp. 17.000. Dengan begitu kan jadinya saya harus membayar dengan total Rp. 207.000. Males gitu loh!

Nah suatu hari, saya mendapatkan voucher gratis dari Blibli.com, yang saya dapat dari suatu kuis. Ngomong-ngomong, banyak sekali lho voucher gratis dari blibli.com. Saya sendiri dua kali dapat voucher gratis, yakni dari kuis dan dari situs Blibli.com, di mana voucher gratis itu saya dapatkan ketika mendaftar jadi anggota di situsnya. Keren ya Blibli, bisa bagi-bagi banyak voucher!  Nah, pertama kali melihat website Blibli, ternyata barang-barang di blibli.com lengkap dan bagus. Juga, ada banyak promo menarik setiap hari. Saya pun menjadi sangat tertarik berbelanja di blibli.com. Saat saya melihat rincian tagihan pembayaran, saya kaget karena ternyata GRATIS Pengiriman di Blibli.com! Awalnya saya tidak percaya biaya pengirimannya bisa gratis, bahkan sampai berpikiran kalau ini penipuan yang nanti akhir-akhirnya akan diminta untuk membayar pula. Meskipun berpikiran begitu, saya tetap mencoba melanjutkan transaksi saya.

Setelah melakukan order di situsnya, saya mendapatkan email konfirmasi pemesanan. Ternyata, biaya yang harus dibayar tetap sama, tidak ada perubahan, tetap GRATIS pengiriman. Saya pun segera melakukan pembayaran via tranfer bank online. Saat ingin melakukan pembayaran, saya deg-degan, takut jika salah input nomor rekening virtual, takut caranya ribet dan banyak salah pencet, juga takut jika ternyata ditagih lebih dari yang tertera. Ternyata, saat klik tombol tranfer, sudah, transaksi selesai. Mudah sekali! Setelah pembayaran, saya dapat email lagi yakni kuitansi pembayarannya. Saya tinggal menunggu pesanan saya datang. Saya masih agak cemas jika nanti ternyata petugas JNE-nya tiba-tiba memberikan tagihan pengiriman barang. Ah, sudahlah! Hapus pikiran-pikiran buruk itu. Kebanyakan nonton film nih, hehe.

Ternyata, saat petugas JNE-nya datang, saya langsung diberikan paket pesanan saya begitu saja. Tidak ada transaksi lain, saya pun lega. Sudah begitu, barang yang saya pesan pun tidak mengecewakan. Barangnya sudah sesuai dengan gambar dan deskripsi yang ada di situs blibli.com. Wah! Kalau begini caranya sih, saya jadi suka berbelanja online. Belanja online ternyata mengasyikkan! Apalagi belanja di blibli.com.

Akhirnya, saya kalau belanja di blibli.com terus! Sudah banyak barang-barang yang saya incar di situsnya, benar-benar toko online terlengkap! Sekarang saya sudah membeli barang di Blibli lebih dari 2 kali. Saya juga ingin mencoba pembelian barang yang lebih mahal, karena ada juga program cicilan 0% hingga 0-12 bulan! Kemudian, belanja online juga semakin mudah dan mengasyikkan karena saya memakai Handphone Android. Kenapa? Karena blibli.com ada di PlayStore juga lho. Bloggers bisa download Aplikasi Blibli.com, lalu belanja dengan mudah dari HP bloggers.

Selamat berbelanja di Blibli.com! :D

#GratisPengiriman #BliBli.com #NgeblognyaTuhDiSini

Popular Posts