Wednesday, April 19, 2017

Jadi Ibok yang Baik

Salah satu pertimbangan yang muncul berbarengan dengan pertimbangan ketika akan menikah pastinya berhubungan dengan anak. Iya, sudah paket namanya ketika akan menjalani suatu pernikahan, pasti juga harus memikirkan tentang anak. Entah itu insyaAllah diberikan rezeki cepat, maupun nanti, intinya pasti suatu saat ada rencana untuk memiliki anak.

Bagi anak-anak (jjiaaah anak-anak, hehe) zaman sekarang, rasanya ideal banget nikah muda dan langsung punya anak sehat pintar macam Kirana gitu. Pasti pada pengen bisa cepet-cepet ngasuh anak, jadi ibu yang baik yang bisa nerapin psikologi keluarga. Tapi kok aku engga ya. Aku emang dari dulu anaknya biasa aja sama yang namanya ngelihat anak, ngelihat bayi. Kalo orang bilang mungkin "kurang luwes" sama anak-anak. Meskipun aku suka ngajar anak-anak, itu ya karena aku cukup aware sama pendidikan anak, buka serta-merta suka anak-anak. Aku sebel juga kadang sama anak-anak kenapa begini begitu, tapi aku sadar kalau mereka memang masih anak-anak. Kadang heran yang bilang kalau Syaki itu keibuan banget orangnya. Aduh salah deh kayaknya, tapi di-Aamiin-in aja deh, hehe.

Image result for return of superman triplet
(source)

Kenapa ya, apa aku yang emang kelainan, atau kurang tereksposure sama media sosial. Habisnya aku melihat anak-anak jaman sekarang begitu mengidolakan Iboknya Kirana, atau bapak Song-Il di Return of Superman. Bagus memang sih, mereka bisa memberikan contoh parenting yang baik, jadi orang-orang ikut belajar. Mungkin orangtua lain jadi bersemangat, untuk jadi orangtua yang baik juga untuk anaknya nanti, jadi punya rencana juga apa yang baik-baik dilihat di media, akan diterapkan juga.

Namun di lain sisi, kayaknya aku cukup skeptis sama media. Habis, yang dipampang yang bagus-bagus doang. Kenapa sih engga ada acara atau media/akun parenting yang menampilkan anak yang diasuh oleh keluarga muda yang masih tinggal di kontrakan kecil gitu. Ga banyak mainan-mainan bagus untuk tumbuh kembang anak, ga ada apartemen luas untuk lari-larian anak dan yang punya banyak kaca dengan pemandangan langit dari atas. Kenapa engga ada akun yang menampilkan gimana usaha orangtua menengah ke bawah untuk mengasuh anak-anaknya. Gak perlu kok pake acara sedih-sedihan dan nangis-nangisan, emangnya orang kayak gitu harus selalu dikasihani? Atau mungkin akun orangtua dengan anak berkebutuhan khusus?

Entahlah, menurutku malah agak kejam, menampilkan video pengasuhan anak yang sebenarnya orangtuanya sudah memiliki banyak kemudahan, seperti anak sehat, apalagi pintar, dan juga cukup dari segi materi. Jadinya, anak-anak muda jaman sekarang, termasuk eyke kayaknya, jadi merasa harus bisa memiliki banyak hal agar anaknya bisa bahagia, bisa pintar. 

Ada, masa-masa aku overthinking, negative thinking.. "gimana kalau aku ga bisa jadi Ibu yang baik?", "Gimana kalau aku ga bisa memberikan apa yang terbaik untuk anak dan keluarga karena masalah finansial?" Bahkan aku itu orangnya paling sering menghilangkan aplikasi sosial media di gadget, biar itu, ga down dan ga takutan ga bisa seperti orang-orang bahagia di medsos. Lebih baik ga update kan daripada ga bahagia? hehe. Yasudahalah, kita bisa hanya ambil baik-baiknya saja kan? Soal nanti nasib kita akan bagaimana, itu urusan Allah SWT. Ambil dan lakukan yang positifnya aja, jangan ngiri, hehe.

Mau bagaimanapun nanti, semoga aku bisa jadi Ibok yang baik. Aamiin.

No comments:

Post a Comment

Jadi Ibok yang Baik

Salah satu pertimbangan yang muncul berbarengan dengan pertimbangan ketika akan menikah pastinya berhubungan dengan anak. Iya, sudah paket ...